Digusur, Dua Keluarga Telantar

DIGUSUR: Pergusuran di Gampong Hagu Teungoh, Kecamatan Banda Sakti membuat dua kepala keluarga (KK) warga setempat terlantar, Lhokseumawe, Senin (16/1). NAOVAL/RAKYAT ACEH

LHOKSEUMAWE (RA)– Pergusuran di Gampong Hagu Teungoh, Kecamatan Banda Sakti Lhokseumawe membuat dua kepala keluarga (KK) warga setempat telantar, Senin (16/1).
Dua kepala keluarga diketahui, Tgk Hasbi (65) dan Ilyas Ali. Keduanya telah menetap ditanah tersebut selama 30 tahun. Tanah tersebut akan dibangun kantor balai dan yayasan Taman Kanak- kanak (TK) milik desa setempat. “Saya sudah 30 tahun tinggal disini,” jelas Tgk Hasbi, kemarin.

Tanah ditempati mereka sekarang sebelumnya milik Pemkab Aceh Utara namun dalam kurun waktu setahun terakhir tanah tersebut telah dihibahkan kepada Pihak Pemko Lhokseumawe dalam hal ini Desa Hagu Teungoh.
Bahkan, menurut Hasbi pergusuran tersebut tanpa adanya perjanjian apa – apa, baik itu dijanjikan akan diberikan rumah oleh Wali Kota Lhokseumawe, maupun uang tunai Rp 2,5 Juta tidak pernah diterima warga miskin tersebut.

“Katanya ada dikasih rumah namun kami tolak, padahal rumah itu sama sekali tidak ada. Kami orang miskin, kami sudah berusaha, tapi belum sanggup untuk beli tanah,” tuturnya, seraya menambahkan, karena telah digusur dirinya harus menumpang ditempat warga lain.
Sementara Kepala Desa Hagu Teungoh, Imran kepada Rakyat Aceh mengatakan, sebelum pergusuran atau setahun lalu telah menyurati kedua Kepala Keluarga tersebut bahkan terakhir mengelar rapat di kantor camat.

“Kita telah memberi uang Rp 2,5 juta namun mereka tidak mengambabilnya. Sementara rumah pernah dijanjikan oleh walikota namun dengan kondisi keuangan Lhoskeumawe rumah itu belum terealisasi,” tutur. Amatan dilapangan, pergusuran melibatkan pihak Sapol PP, Polisi dan TNI berlangsung sekitar pukul 11.30 WIb. (val/arm)