Menu

Mode Gelap
Korban Erupsi Gunung Marapi Ditemukan 1,5 Km dari Kawah Cak Imin Resmikan Posko Pemenangan Musannif bin Sanusi (MBS) Perangkat Desa Sekitar Tambang Tantang Asisten Pemerintahan dan Dewan Lihat Objektif Rekrutmen Pekerja PT AMM Golkar Aceh Peringati Maulid Nabi dan Gelar TOT bagi Saksi Pemilu Ratusan Masyarakat Gurah Peukan Bada Juga Rasakan Manfaat Pasar Murah

LHOKSEUMAWE · 17 Jan 2017 05:34 WIB ·

Digusur, Dua Keluarga Telantar


 DIGUSUR: Pergusuran di Gampong Hagu Teungoh, Kecamatan Banda Sakti membuat dua kepala keluarga (KK) warga setempat terlantar, Lhokseumawe, Senin (16/1). 
NAOVAL/RAKYAT ACEH Perbesar

DIGUSUR: Pergusuran di Gampong Hagu Teungoh, Kecamatan Banda Sakti membuat dua kepala keluarga (KK) warga setempat terlantar, Lhokseumawe, Senin (16/1). NAOVAL/RAKYAT ACEH

LHOKSEUMAWE (RA)– Pergusuran di Gampong Hagu Teungoh, Kecamatan Banda Sakti Lhokseumawe membuat dua kepala keluarga (KK) warga setempat telantar, Senin (16/1).
Dua kepala keluarga diketahui, Tgk Hasbi (65) dan Ilyas Ali. Keduanya telah menetap ditanah tersebut selama 30 tahun. Tanah tersebut akan dibangun kantor balai dan yayasan Taman Kanak- kanak (TK) milik desa setempat. “Saya sudah 30 tahun tinggal disini,” jelas Tgk Hasbi, kemarin.

Tanah ditempati mereka sekarang sebelumnya milik Pemkab Aceh Utara namun dalam kurun waktu setahun terakhir tanah tersebut telah dihibahkan kepada Pihak Pemko Lhokseumawe dalam hal ini Desa Hagu Teungoh.
Bahkan, menurut Hasbi pergusuran tersebut tanpa adanya perjanjian apa – apa, baik itu dijanjikan akan diberikan rumah oleh Wali Kota Lhokseumawe, maupun uang tunai Rp 2,5 Juta tidak pernah diterima warga miskin tersebut.

“Katanya ada dikasih rumah namun kami tolak, padahal rumah itu sama sekali tidak ada. Kami orang miskin, kami sudah berusaha, tapi belum sanggup untuk beli tanah,” tuturnya, seraya menambahkan, karena telah digusur dirinya harus menumpang ditempat warga lain.
Sementara Kepala Desa Hagu Teungoh, Imran kepada Rakyat Aceh mengatakan, sebelum pergusuran atau setahun lalu telah menyurati kedua Kepala Keluarga tersebut bahkan terakhir mengelar rapat di kantor camat.

“Kita telah memberi uang Rp 2,5 juta namun mereka tidak mengambabilnya. Sementara rumah pernah dijanjikan oleh walikota namun dengan kondisi keuangan Lhoskeumawe rumah itu belum terealisasi,” tutur. Amatan dilapangan, pergusuran melibatkan pihak Sapol PP, Polisi dan TNI berlangsung sekitar pukul 11.30 WIb. (val/arm)

Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Penulis

Comments are closed.

Baca Lainnya

Darurat Judi Online, Korem Lilawangsa Razia Handphone Prajurit TNI

21 June 2024 - 23:19 WIB

Cegah Judi Online, Kodim 0103/Aceh Utara Sidak Handphone Prajurit Dan PNS

21 June 2024 - 18:11 WIB

Polda Aceh Mutasi Kasat Reskrim Polres Lhokseumawe “Bersama Kasat Lantas dan 4 Kapolsek”

20 June 2024 - 18:03 WIB

IKA Unimal Segera Gelar Mubes 

16 June 2024 - 14:17 WIB

Rudapaksa Anak Dibawah Umur dan Sebarkan Foto Bugil, Oknum Guru Ngaji Ditangkap

14 June 2024 - 20:42 WIB

ILC Menjadi Interprestasi Harapan Baru Kota Lhokseumawe

14 June 2024 - 17:35 WIB

Trending di DAERAH