Tgk. Fatahillah Isi Ceramah di Jantho

CERAMAH: Tgk. H Fatahillah Ahmad Dewi memberikan ceramah di Komplek Perumahan Care, Gampong Teureubeh Kota Jantho, Aceh Besar, Ahad (15/1). DAHLAN/RAKYAT ACEH

JANTHO (RA) – Putra Penceramah Kondang, almarhum Tgk. H. Muhammad Dewi, Tgk. H. Fatahillah, tambil menjadi dai pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Komplek Perumahan Care, Gampong Teureubeh, Kota Jantho, Aceh Besar, Sabtu malam lalu.

Ceramah agama yang mengupas tentang perilaku Rasulullah SAW dan sahabatnya ini, disampaikan Tgk Fatahillah di hadapan ratusan masyarakat. Menurut Fatahillah, Rasulullah adalah orang yang harus dijadikan panutan dalam hidup bagi manusia dalam berbagai sisi kehidupan, termasuk sosok pemimpin yang adil terhadap umatnya dan tegas terhadap hukum yang dipegangnya.

“Rasulullah adalah hamba yang paling mulia di sisi Allah, maka tidak mungkin terdapat ketercelaan padanya,” kata Tgk. Fatahillah.
Di sisi lain, para sahabat yang bertindak sebagai khalifah, juga memiliki karakteristik yang sama dengan Rasulullah dalam menjalankan hukum dalam memimpin umat, tidak ada mempertimbangkan keluarga jika posisi sebagai seorang yang bersalah dengan hukum.

Jangankan bagi sesama umat Islam, katanya, para khalifah dengan yahudi sekalipun bertindak adil. “Seperti kisah pada masa Khalifah Umar bin Khatab, di mana khalifah sempat memberikan teguran keras kepada Gubernur Mesir saat itu yang mencoba menindas seorang yahudi soal perluasan masjid di wilayah itu, sehingga yahudi itu yang meras dizhalimi mengadu kepada Saidina Umar, yang lalu memberikan keadilan, sehingga perkara itu di menangkan yahudi tersebut.

“Demikian bentuk keadilan yang dijalankan oleh Rasulullah hingga sahabatnya dalam memimpin umat, sehingga bentuk simpatik terus terjadi sehingga para kaum yahudi berbondong-bondong masuk Islam. Sebab dalam Islam ini memiliki keadilan yang sebenar-benarnya adil,” katanya.
Apa yang telah digariskan oleh Islam, tambah dia, tidak ada kesalahan di dalamnya. Cuma pada pelaksanaannya terkadang yang sengaja dibelokkan, maka akibatnya kehancuran yang terjadi.

Sebelumnya dalam sambutan Geuchik Teurebeh, Saidi mengajak seluruh masyarakat untuk memgikuti ceramah agama yang disampaikan oleh putra almarhum ulama Aceh ini dengan khusuk dan tertib, sehingga apa yang disampaikan dalam dakwah ini benar-benar menjadi ilmu bagi semua.

Pada keesokan harinya, masyarakat yang merupakan korban tsunami dari berbagai daerah di Aceh ini menggelar khanduri maulid dan menghadirkan grup zikir yang berlangsung di meunasah setempat.

Kegiatan maulid ini digelar setiap tahun oleh masyarakat setempat dan telah menjadi agenda tahunan komplek tersebut, layaknya sebuah gampong lainnya di Aceh. Diharapkan melalui kegiatan ini masyarakat petani ini diberikan kemudahan rezeki dan dijauhkan dari bala sebagaimana yang pernah dialami 12 tahun silam. (mag-63/ara)