Menu

Mode Gelap
Korban Erupsi Gunung Marapi Ditemukan 1,5 Km dari Kawah Cak Imin Resmikan Posko Pemenangan Musannif bin Sanusi (MBS) Perangkat Desa Sekitar Tambang Tantang Asisten Pemerintahan dan Dewan Lihat Objektif Rekrutmen Pekerja PT AMM Golkar Aceh Peringati Maulid Nabi dan Gelar TOT bagi Saksi Pemilu Ratusan Masyarakat Gurah Peukan Bada Juga Rasakan Manfaat Pasar Murah

DAERAH · 21 Jan 2017 04:16 WIB ·

Kebutuhan Darah RSUD Simeulue 150 Kantong Per Bulan


 Kantong Darah ( ist) Perbesar

Kantong Darah ( ist)

SIMEULUE (RA) – RSUD Simeulue setiap bulannya membutuhkan pasokan 150 kantong darah untuk memenuhi kebutuhan darah para pasiennya.
Permintaan darah dalam satu hari, sekitar 4-5 kantong darah, terutama untuk pasien bersalin dan pasien operasi.”Untuk kepentingan medis, dalam satu bulan kita membutuhkan sekitar 150 kantong darah atau perharinya sekitar 4-5 kantong darah,” kata Mahmud Riad, Kabid Penunjang Medis RSUD Simeulue kepada Rakyat Aceh, Jumat (20/1).

Untuk memenuhi kebutuhan darah, ada beberapa, seperti kegiatan donor darah dan diupayakan langsung oleh keluarga mencari pendonor untuk memenuhi kebutuhan darah segar bagi keluarganya yang dirawat. Tentunya untuk mencari dan mendapatkan pendonor darah yang sesuai dengan golongan darah pasien, membutuhkan waktu, sementara pasien harus mendapat pasokan darah segar dalam waktu yang tepat dan singkat.

Untuk itu, ia berharap PMI setempat bisa memiliki fasilitas Unit Transfusi Darah (UTD), sehingga nantinya dapat menampung berbagai jenis golongan darah dari para pendonor, sehingga saat emergensi darah sudah ada.Kalau mengandalkan stok darah disimpan ditempat penyimpanan RSUD tidak maksimal dapat digunakan, karena alasan pasokan listrik, sehingga mengakibatkan terjadi perubahan suhu ditempat penyimpanan, berdampak pada kualitas darah. “Kebiasaan pasien, lebih memilih darah segar langsung dari pendonor,” ujarnya.

Terkait alasan pasokan listrik menjadi kendala seperti disampaikan Mahmud Riad, Kabid Penunjang Medis RSUD Simeulue, mendapat reaksi dari, dr Armidin Rihad Wakil Ketua PMI Kabupaten Simeulue”Seharusnya fasilitas penyimpan darah itu, harus lebih dimaksimalkan, dan kalau listrik padam bukan menjadi persoalan, apa salahnya mereka beli UPS, untuk mempertahankan arus listrik ke fasilitas penyimpan darah,” katanya.

Menurutnya, bila fasilitas penyimpanan darah dioptimalkan dan dibackup dengan peralatan penyimpan arus listrik, maka darah dari pendonor dapat disimpan dengan suhu yang stabil, meskipun arus listrik dengan kondisi sedang padam.”Untuk membeli satu unit fasilitas penyimpan darah itu, membutuhkan miliaran rupiah, ketimbang buang-buang uang, lebih dibeli peralatan untuk mendukung arus listrik ke fasilitas penyimpan darah itu tidak berhenti total,” sarannya. (ahi/slm)

Artikel ini telah dibaca 12 kali

badge-check

Penulis

Comments are closed.

Baca Lainnya

Ratusan masyarakat Aceh Barat deklarasi dukung Bustami maju di Pilkada 2024

20 July 2024 - 21:25 WIB

Danrem Lilawangsa Intruksikan Kodim Aceh Utara Bangun Dapur Umum 

20 July 2024 - 20:30 WIB

Wakaf Uang Sumber Dana yang Stabil

20 July 2024 - 19:05 WIB

Kodim 0103/Aceh Utara Peringati 1 Muharram 1446 H Dengan Menggelar Doa Bersama.

20 July 2024 - 16:39 WIB

Waqeefa Menyuplai Air Bersih Gelombang Kedua 169.000 Liter di Kecamatan Lhoknga

20 July 2024 - 14:31 WIB

Kapolda Aceh Launching Layanan Penerbitan SIM C1 di Satpas Prototype Polres Pidie Jaya

20 July 2024 - 09:54 WIB

Trending di UTAMA