Massa FPI Demo di DPRA

Laskar Front Pembela Islam (FPI) Aceh melakukan unjuk rasa di DPRA Banda Aceh, Jumat (20/1). HENDRI/RAKYAT ACEH

BANDA ACEH (RA) – Sekitar seratusan massa yang tergabung dalam Front Pembela Islam (FPI) Aceh melakukan aksi menuntut keadilan dari Pemerintah Indonesia. Aksi ini dilakukan di halaman kantor DPRA Aceh, Jumat (20/1). Dalam aksi yang dijaga ketat aparat keamanan itu, massa melakukan orasi serta membacakan doa, agar tuntutan mereka, agar pemerintah tidak mendiskriminasi ulama terkabulkan.

Ketua FPI Aceh, Tengku Muslem At -Tahiry dalam orasinya mengatakan, mereka melakukan aksi ini agar keadilan di Indonesia dapat ditegakan, sehingga masyarakat Indonesia hidup rukun dan damai dan tidak saling menunding seperti saat ini. “Kami minta Pemerintah Indonesia menyetop semua tindakan diskrimidasi terhadap ulama. Kalau tidak mendengar tuntutan kami ini, kami akan perjuangkan dan siap masuk penjara,” kata Muslem.

Dikatakannya, Indonesia saat ini sedang mencari perkara dengan ingin memasukan ulama ke penjara melalui berbagai cara, seperti yang dialami oleh ketua mereka, Habib Rizieq Shihab melalui tuduhan telah melecehkan Pancasila.“Kalau mau penjarakan Imam kami, Habib Rizieq, langkahi dulu mayat kami. Kami siap bersama dia duduk dalam penjara dan kami siap membela ulama, apapun resikonya,” katanya lantang.

Dalam kesempatan ini, Tengku Muslem At -Tahiry juga mengatakan, bila keadilan di Indonesia tidak bisa ditegakan, maka sebagai masyarakat Aceh, mereka akan kembali bangkit untuk minta pisah dari NKRI.“Kami ingatkan bila Indonesia tidak bisa menegakkan keadilan, maka kami akan bangun lagi. Buat apa berada di negara yang tak ada keadilan,” katanya.

Selain itu, dalam aksi ini FPI Aceh juga meminta penegak hukum untuk menangkap Megawati. Mereka menduga mantan Presiden Indonesia ini telah menista rukun imam dan menghina ulama. “Wahai polisi yang ada di sini, sampaikan pada pimpinan kalian, jangan pilih-pilih bila menangkap. Kami minta Megawati juga ditangkap karena telah menistakan Islam,” sebutnya. (ibi/ara)