Menu

Mode Gelap
Korban Erupsi Gunung Marapi Ditemukan 1,5 Km dari Kawah Cak Imin Resmikan Posko Pemenangan Musannif bin Sanusi (MBS) Perangkat Desa Sekitar Tambang Tantang Asisten Pemerintahan dan Dewan Lihat Objektif Rekrutmen Pekerja PT AMM Golkar Aceh Peringati Maulid Nabi dan Gelar TOT bagi Saksi Pemilu Ratusan Masyarakat Gurah Peukan Bada Juga Rasakan Manfaat Pasar Murah

METROPOLIS · 21 Jan 2017 04:34 WIB ·

Sungai Pinto Meluap, Paya Kameng dan Ruyung Banjir


 Banjir di gampong Ruyung dan Paya Kameng Mesjid Raya, Aceh Besar, Jumat (20/1).
FOR RAKYAT ACEH Perbesar

Banjir di gampong Ruyung dan Paya Kameng Mesjid Raya, Aceh Besar, Jumat (20/1). FOR RAKYAT ACEH

JANTHO (RA) – Hujan deras yang melanda Kabupaten Aceh Besar sejak Kamis sore hingga Jumat dinihari, mengakibatkan sungai Pinto, di kawasan Kecamatan Masjid Raya, meluap dan menggenangi Gampong Paya Kameng dan Gampong Ruyung.Banjir bandang luapan sungai Pinto ini bahkan terjadi hingga dua kali. Akibatnya lebih dari 140 Kepala Keluarga dari kedua desa yang bertetangga itu terpaksa mengungsi ke gampong yang aman dari luapan air sungai.

“Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun kerugian materi diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah,” kata Ridwan Jamil Kepala BPBD Kabupaten Aceh Besar, Jumat (20/1). Ridwan Jamil yang dikonfirmasi Rakyat Aceh mengatakan, banjir yang menimpa masyarakat di dua gampong di Kecamatan Masjid Raya itu diakibatkan Krueng Pinto yang meluap, tak mampu menampung air yang berlebihan akibat hujan deras dua hari berturut-turut.

“Air bersumber dari gunung pascahujan deras. Ditambah lagi oleh jalur air yang kecil, mengakibatkan luapan. Kerugian materil baru dari tambak. Sementara belum terdata totalnya. Namun Alamdulillah, tidak ada korban jiwa,” kata Ridwan.Menurut Ridwan luapan air terjadi dua kali, yaitu pada Kamis sore, menimpa Gampong Ruyung. Sedangkan luapan kedua terjadi Jumat sekitar pukul 03.00 WIB, dan terjadi hingga ke Gampong Paya Kameng.

Tim TRC yang diturunkan sejak Kamis sore terus melakukan pemantauan dan penanggulangan terhadap warga, sehingga korban jiwa mampu dicegah. Namun demikian, kerugian petani tambak tidak dapat dihindari, karena tidak memiliki peralatan untuk mengalihkan aliran air yang meluap secara mendadak tersebut.

“Kita mengimbau agar warga tetap waspada, karena kondisi hujan masih melanda wilayah Aceh Besar hingga saat ini,” kata Ridwan Jamil berpesan. (mag-63/ara)

Artikel ini telah dibaca 13 kali

badge-check

Penulis

Comments are closed.

Baca Lainnya

Bukan Cuma Gula! Kelebihan Garam Juga Mengakibakan 6 Risiko Kesehatan hingga Fatal

21 July 2024 - 14:59 WIB

Israel Serang Yaman Lewat Udara 2 Tewas dan 80 Terluka

21 July 2024 - 14:50 WIB

Danrem Lilawangsa Intruksikan Kodim Aceh Utara Bangun Dapur Umum 

20 July 2024 - 20:30 WIB

Hari Keenam Operasi Patuh Seulawah 2024, Razia dan Edukasi pada Masyarakat Terus Digelar

20 July 2024 - 20:05 WIB

Kesbangpol Aceh Bagikan Bendera Merah Putih Untuk Sekolah dan Warga di Pedalaman Aceh Besar

20 July 2024 - 19:27 WIB

Wakaf Uang Sumber Dana yang Stabil

20 July 2024 - 19:05 WIB

Trending di UTAMA