Empat Pencuri Perhiasan di Toko Emas Diringkus Pelaku 3 Wanita, 1 Pria

Rini, pemilik toko emas Amin Setia Tapaktuan memperlihatkan kalung emas yang ditukar tersangka dengan kalung imitasi saat melapor di Polres, Senin (23/1). SUDIRMAN HAMID/RAKYAT ACEH

TAPAKTUAN (RA) – Polres Aceh Selatan meringkus komplotan pencuri perhiasan asal Tanjung Balai, Sumatera Utara di toko emas Amin Setia dengan modus menukar emas tiruan dengan emas asli. Tiga diantara pelaku adalah wanita dan satu pria, polisi juga turut mengamankan seorang anak berusia 2 tahun. Kapolres Aceh Selatan, AKBP Achmadi, Sik menyampaikan, empat pencuri berlagak pembeli dengan modus menukar emas asli dengan tiruan Sabtu siang (21/1) berhasil di tangkap.

Dalam aksinya, komplotan asal Kota Tanjung Balai, Sumatera Utara tersebut berhasil menyikat kalung emas seberat 16,5 gram atau setara lima mayam.“Aksi yang dilakoni Marliana (33) dan Sri Bulan (31), penduduk jalan Pasar Benting Lingkungan VI, Desa Sirantau, Kecamatan Datok Bandah, Kota Tanjung Balai ini diketahui pemilik toko. Saat dipanggil malah buru-buru naik mobil dan melarikan diri ke arah Meulaboh. Mengetahui ada tindakan kriminal, polisi memburu pelaku dan menutup akses jalan Tapaktuan-Blang Pidie serta pasukan disiagakan di seluruh Mapolsek,” kata Kapolres kepada Rakyat Aceh, Senin (23/1).

Saat diburu, pelaku yang menumpang mobil Toyota Avanza Veloz warna hitam BK 1424 VR memutar masuk ke arena Rumah Sakit Yuliddin Away, Tapaktuan. Siasat tersebut tidak membuat jajaran polisi terkecoh. Polisi berhasil meringkus, Marliana, Sri Bulan, Nuraini Nasution (36), Erwin Siregar (33), serta seorang anak kecil berusia dua tahun yang diketahui anaknya Marliana.

Saat dilakukan pengejaran dan penangkapan, sopir mobil atas nama Jhon Peroy (46) melarikan diri ke kawasan pegunungan Gunung Kerambil. Pelarian sopir ini tidak berlangsung lama. Akibat tidak tahan lapar, ia turun ke gampong Air Berudang untuk makan mie instan. Melihat ada orang mencurigakan masuk gampong, warga melapor ke polisi dan dilakukan penangkapan pada pukul 03.30 WIB, kemarin.

Menurut Kapolres, komplotan yang penukaran emas di Toko Amin Setia berjumlah lima orang. Namun satu diantaranya tidak terlibat dalam kasus ini sehingga perlu penyelidikan yang autentik. Erwin Siregar (33) hanya diajak para pelaku sebagai sopir cadangan dengan alasan jalan-jalan ke Aceh. Dia tidak terlibat secara langsung maupun tidak langsung. Hal ini terbukti dari keterangan tersangka lain serta pengakuan dia (Erwin Siregar-red) sendiri.

Sedangkan anak kecil yang dibawa dalam gendongan saat bereaksi sudah dijemput ayahnya (suami Marliana-red) untuk dibawa pulang ke Tanjung Balai. Para tersangka, barang bukti berupa satu unit mobil Toyota Avanza Veloz warna hitam BK 1424 VR, kalung emas asli seberat 16,5 gram dan kalung emas palsu diamankan di Mapolres untuk kelanjutan penyelidikan.

“Saya tidak tahu apapun tentang pencurian atau menukar emas di Tapaktuan. Awalnya saya diajak sebagai sopir cadangan tujuan jalan-jalan ke Sabang. Dalam perencanaan dan percakapan apapun saya tidak pernah dilibatkan. Tau-tau sudah ada kejadian dan berurusan dengan polisi. Saya tidak bersalah bang,” kata Erwin Siregar kepada awak media.

Pemilik Toko emas Amin Setia jalan Merdeka Tapaktuan sekaligus saksi kunci, Rini (31), mengatakan, mulanya dua perempuan turun dari mobil dan datang ke toko berpura-pura membeli emas. Sebagai pelayan, kita tidak menaruh curiga dan mengeluarkan emas murni 99 karat yang diminta lihat. Ketika itu pembeli lumayan ramai.

“Saya duga penukaran kalung emas dengan kalung imitasi dilakukan saat mereka berpura-pura melihat. Lalu kalung emas palsu diletakan diatas lemari kaca. dan keduanya beranjak pergi. Melihat kalung yang ditinggalkan beda, saya panggil kedua perempuan itu. Namun tidak digublis dan naik mobil yang diparkir untuk kabur. Sadar ditipu, saya minta tolong,” terang Rini saat memberi keterangan kepada penyidik.

Kanit I Pidana Umum (Pidum) Reskrim Polres Aceh Selatan, Bripka Ridho Muslim menjelaskan, kasus penipuan dan penggelapan emas ini terus dilakukan pengembangan. Siapa tau, selain beraksi di Tapaktuan, komplotan ini juga terlibat di kawasan lain. Sejak komplotan ini ditangkap, pedagang emas dari Kota Subulussalam juga mengaku pernah dicuri emas miliknya sebanyak dua kali dengan modus yang serupa.

“Komplotan ini sudah kita perlihatkan kepada karyawan Ibrahim Chaniago, namun tidak ada yang mirip serta tidak sesuai dengan wajah yang terekam kamera CCTV. Kasus ini terus dilakukan pendalaman untuk memperoleh informasi dalam menguak keterlibatan komplotan ini,” papar Ridho Muslim seraya mengungkapkan, perbuatan mereka melanggar pasal 372 dan 378 jonto pasal 55 KUHP, minimal lima tahun kurungan badan (penjara). (dir/slm)