Menu

Mode Gelap
Korban Erupsi Gunung Marapi Ditemukan 1,5 Km dari Kawah Cak Imin Resmikan Posko Pemenangan Musannif bin Sanusi (MBS) Perangkat Desa Sekitar Tambang Tantang Asisten Pemerintahan dan Dewan Lihat Objektif Rekrutmen Pekerja PT AMM Golkar Aceh Peringati Maulid Nabi dan Gelar TOT bagi Saksi Pemilu Ratusan Masyarakat Gurah Peukan Bada Juga Rasakan Manfaat Pasar Murah

DAERAH · 24 Jan 2017 02:19 WIB ·

Polisi Turunkan Bendera Alam Pideung


 Polisi amankan bendera alam pedang di lapangan Bola kaki, Gampong Blang Paseh, Kota Sigli, Pidie, Senin (23/1).
FOR RAKYAT ACEH Perbesar

Polisi amankan bendera alam pedang di lapangan Bola kaki, Gampong Blang Paseh, Kota Sigli, Pidie, Senin (23/1). FOR RAKYAT ACEH

Sigli (RA) – Sebanyak tiga lembar bendera simbol kerajaan Aceh tempo dulu; Alam Pideung, diamankan pihak kepolisian. Bendera sempar berkibar di depan SMAN 3 Sigli, lapangan bola kaki Blang Paseh, Kecamatan Kota Sigli dan di pinggiran jalan Gampong Lancang, Jibrek, Kecamatan Simpang Tiga, Kabupaten Pidie, Senin (23/1). Sementara pihak kepolisian mengatakan hanya mengamankan bendera, agar tidak memicu provokasi warga dengan kondisi menjelang Pilkada.

Polisi mengetahui berkibarnya bendera itu dari informasi warga. Selanjutnya mendatangi lokasi, langsung menurunkan dan mengamankan bendera itu. Saat penurunan terjadi, para petugas enggan menyampaikan penjelasan. Sementara akademisi hukum di Pidie, Muharramsyah SH, mengatakan alasan apa polisi mengamankan bendera alam pideung. Apalagi tidak masuk dalam peraturan negara Indonesia, tidak juga pernah dibahas di tingkat pusat terkait bendera tersebut.

“Bendera itu tidak ada dalam aturan Indonesia, memang benar mirip bintang bulan, tapi perbedaannya jelas, kan ada pedangnya. Tapi apa alasannya mereka amankan, pusat tidak pernah membahas itu dan bukan bendera sparatis,” jelasnya. Sedangkan Kapolrea Pidie, AKBP M. Ali Khadafi, kepada wartawan mengatakan pihaknya tidak tahu bahwa bendera tersebut adalah bendera Alam Pideung. Hanya saja laporan warga ada bendera bintang bulan yang berkibar, saat kita cek ternyata bendera tersebut diantara bendera dan spanduk kampanye. Untuk menghindari adanya tindak provokatif, kami amankan saja dulu.

“Bukan melanggar, laporannya ada bintang bulan berkibar, ya kita amankan dulu, supaya tidak ada isu-isu yang tidak sedap, tapi itu bukan bendera yang dilarang, tapi mirip karena ada bintang bulannya,” katanya. (zia/mai)

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis

Comments are closed.

Baca Lainnya

PB HUDA Keluarkan Rekomendasi, Mengajak Masyarakat Memilih Pemimpin yang Berakhlakuk Karimah

18 July 2024 - 20:02 WIB

Dilantik sebagai Ketua Umum PB HUDA, Tu Sop : Kita Harus Hadir Memberi Solusi bagi Ummat

18 July 2024 - 19:55 WIB

Angin Kencang, 85 Unit Kedai Hancur di Aceh Utara

18 July 2024 - 19:54 WIB

Operasi Patuh Seulawah 2024, Ditlantas Polda Aceh Gelar Razia

18 July 2024 - 15:18 WIB

Kodim 0102/Pidie Gelar Doa Bersama Peringati Tahun Baru Islam 1446 H

18 July 2024 - 14:06 WIB

Operasi Patuh Seulawah 2024, Satlantas Bagikan Stiker Tertib Berlalulintas

18 July 2024 - 06:24 WIB

Trending di NANGGROE BARAT