SOSIALISASI: Petugas Bank Indonesia perwakilan Lhokseumawe, melakukan sosialisasi dan edukasi tentang uang rupiah tahun emisi 2016 kepada Jajaran Korem 011/Lilawangsa di Aula Gedung KNPI Aceh Utara, Selasa (24/1). ARMIADI/RAKYAT ACEH

LHOKSEUMAWE (RA) – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Lhokseumawe, gencar melakukan sosialisasi dan edukasi tentang uang rupiah tahun emisi 2016. Kali ini dilakukan kepada Jajaran Korem 011/Lilawangsa di Aula Gedung KNPI Aceh Utara, Selasa (24/1).

Hal itu dilaksanakan untuk menipis isu-isu beredar di masyarakat (hoax) terhadap uang NKRI Tahun Emisi (TE) 2016. Ini juga sekaligus guna mengenalkan uang baru kepada seluruh lapisan masyarakat.Demikian disampaikan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Lhokseumawe, Yufrizal, dalam sosialisasi dan edukasi tentang uang rupiah tahun emisi 2016 kepada Jajaran Korem 011/Lilawangsa kemarin.

Dia mengatakan, saat ini berkembang lima isu yang menyesatkan terkait uang rupiah baru pasca diluncurkan pada Desember lalu. Sementara di Aceh justru terkait gambar pahlawan Cut Meutia yang tidak berjilbab banyak diperbincangkan.Sebut dia, ke lima isu itu yakni uang rupiah mirip simbol PKI karena ada palut arit, tapi kenyataannya tidak ada lambang tersebut di dalam uang rupiah tahun emisi 2016. “Itu gambar ornamen BI yang merupakan salah satu teknik pengaman dalam percetakan uang yakni rectoverso atau gambar saling isi,”ucapnya.

Kemudian, isu kedua uang rupiah baru mirip Yuan yang merupakan mata uang Cina. Namun uang baru ini sudah standar dengan bank sentral di negara-negara lain dan tidak mirip dengan Yuan. Menurutnya, penentuan warna uang rupiah baru itu bertujuan agar sulit ditiru dengan tinta-tinta biasa yang beredar di pasar sehingga sulit dipalsukan.

Selanjutnya, sambung Yufrizal, pemilihan gambar pahlawan dinilai sebagian orang tidak tepat. Padahal, gambar pahlawan itu sudah dilakukan sesuai prosedur seperti berkoordinasi dengan Kemenkeu, Kemensos dan Kemenkumham. Bahkan, melalui diskusi dengan melibatkan akademisi, sejarawan dan tentunya ahli waris.

Kata Yufrizal, sama halnya gambar Cut Meutia tidak berjilbab dan gambar tersebut sudah terdaftar di Kementerian Sosial dan disetujui oleh pihak ahli waris. “ Gambar itu tidak boleh kita ubah sedikitpun, baik dikurangi atau ditambahkan,”jelas Kepala Bank Indonesia Lhokseumawe ini.Selain itu, uang baru tidak cetak plus satu atau lebih satu kali dari jumlah yang seharusnya dicetak. Akan tetapi, isu berkembang Bank Indonesia mencetak uang plus satu. Dia mencontohkan, seharusnya Rp 1 juta tapi BI mencetak Rp 1 juta, itu tidak benar alias hoax.

Sementara terakhir, isu yang menyesatkan, uang baru dicetak oleh sebuah perusahaan di Solo yang pemiliknya adalah orang Cina. Namun, itu lagi-lagi hoax karena selama ini uang dicetak oleh Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Perum-Peruri), sebuah perusahaan BUMN. “Itu semua sudah sesuai dengan amanat UU No. 7 tahun 2011 tentang Mata Uang,”tegasnya. (arm/min)

SOSIALISASI- Kantor Perwakilan Bank Indonesia Lhokseumawe, melakukan sosialisasi dan edukasi tentang uang rupiah tahun emisi 2016 kepada Jajaran Korem 011/Lilawangsa di Aula Gedung KNPI Aceh Utara, Selasa (24/1). Rakyat Aceh/Armiadi