Cuaca Buruk, Ombak Setinggi Empat Meter Sepekan Nelayan Idi Tak Melaut

ACEH TIMUR (RA) – Hujan lebat disertai angin kencang melanda Aceh Timur selama sepekan ini membuat aktivitas para nelayan tradisional di berbagai wilayah di kabupaten ini memilih tak melaut.

Puluhan Kapal Motor (KM) berbagai ukuran tampak bersandar di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Idi, Kabupaten Aceh Timur. Sebagian nelayan mengaku sudah sepekan tidak melaut, karena ombak dan angin kencang semakin menjadi-jadi. Rahmat Sayuti salah satu nelayan saat ditemui Rakyat Aceh, Selasa( 24/1), mengatakan, sebagian kapal ikan memilih tidak melaut lantaran cuaca buruk melanda perairan Selat Malaka. Namun sebagian lainnya masih bertahan di laut menunggu cuaca teduh.

“Bisa saja suasana laut teduh di setengah hari, jadi sebagian nelayan bertahan untuk mencukupi logistik, terkadang juga ada yang memilih pulang karena takut mengancam keselamatanya,” katanya.Hal serupa diungkapkan, Fajri Kamal salah seorang nelayan lainnya di PPN IDI. Dia mengaku, ketinggian ombak di laut lepas mencapai tiga hingga empat meter. Kondisi itu terjadi sejak dua pekan terakhir dalam Bulan Januari ini.

“Ombak semakin besar, banyak nelayan pulang akibat tidak bisa melabuhkan pukat. Sejak pertengahan bulan ini hingga kini cuaca buruk masih melanda perairan Selat Malaka. Ombak setinggi tiga hingga empat meter disertai angin kencang membuat kami enggan melaut,” kata Fajri
Akibat cuaca yang tidak bersahabat, nelayan mengaku jumlah tangkapan menurun dalam dua pekan terakhir sehingga membuat harga ikan melonjak drastis.

“Tangkapan ikan kami belakangan ini menurun drastis akibat cuaca tak menentu membuat tangkapan menurun. Dalam sehari saja kapal, kami ada yang pulang tidak berani bertahan di tengah laut. Mereka pun membawa tangkapan sedikit tidak seperti hari biasanya, jadi tidak dapat dipungkiri jika harga ikan sedikit melonjak,” ucap Sulaiman salah satu toke ikan di TPI Idi. Dia mengaku selama cuaca buruk nelayan memilih untuk memperbaiki pukat dan mesin kapal dari pada melabuh melawan ombak. (mag-75/min)