Pasien RS dr Fauziah Dirawat Dilorong

RUANGAN PENUH: Sejumlah pasien terpaksa dirawat di lorong ruangan penyakit dalam pria akibat penuhnya ruang inap di RSUD dr Fauziah Bireuen, Selasa (24/1). RAHMAT HIDAYAT/RAKYAT ACEH

BIREUEN (RA) – Dampak ruangan rawat inap di RSUD dr Fauziah Bireuen penuh, sejumlah pasien menderita beragam sakit terpaksa harus menjalani perawatan di lorong dalam ruangan penyakit dalam pria, THT dan di belakang IGD. Namun keluarga pasien yang berjaga, memaklumi kondisi tersebut.

“Iya ruangan rawat penuh dari hari Minggu, Senin dan hari ini Selasa. Pasien belum dapat ruang rawatan di rawat sementara di lorong saat ada pasien di ruangan sudah bisa pulang, langsung dibawa ke dalam,” ungkap Wakil Direktur Bidang Pelayanan Medis dan Penunjang dr Irwan A Gani, Selasa (24/1).

Amatan Rakyat Aceh, selain sembilan pasien dirawat di belakang IGD juga ada sekitar enam pasien di lorong ruangan rawat penyakit dalam pria dan enam pasien di lorong ruang rawat Ortopedi dan THT.Menurut dr Irwan A Gani, kondisi itu bukan disengaja dan sifatnya sementara serta seluruh pasien sudah ditangani.

Terkait daya tampung pasien, ia menjelaskan rumah sakit memiliki kapasitas 351 tempat tidur. Jumlah itu tersebar di ruang rawatan penyakit dalam pria dan wanita, ruang bedah, kebidanan, urologi, ortopedi dan THT, paru, anak dan saraf.Pasien dirawat karena sakit yang beragam seperti demam dan ispa dampak pergantian cuaca, juga ada korban kecelakaan dan sakit lainnya. “Hasil kunjungan dokter ke ruangan rawat bagi pasien sudah bisa pulang langsung diganti dengan pasien yang dirawat di luar itu,” pungkas dr Irwan A Gani.

Sementara itu, dr Irwan A Gani menambahkan saat bersamaan pihaknya Selasa (24/1) siang itu lagi menerima kunjungan bimbingan persiapan penilaian akreditasi ke semua ruangan yang dilakukan oleh Yulia Indriati dari tim Komite Akreditasi Rumah Sakit (KARS). Bimbingan meliputi dokumen standar akreditasi, implemantasi pelayanan, kesiapan sarana dan prasarana di RSUD dr Fauziah Bireuen.

Kondisi pasien dirawat sementara di luar ruangan itu dapat dimaklumi Mulyadi (32) warga Paya Lipah Peusangan. Menurutnya walau ruangan penuh, namun istrinya Marlina (25) tetap mendapat perawatan. Pengakuan serupa juga disebutkan Basri (63) warga Juli. “Sudah dua hari dirawat di luar ruangan karena penuh ruangan rawat inap, dan tetap mendapat pelayanan medis,” sebutnya. (rah/mai)