24 Gajah Liar Kuasai Keumala

Gajah liar terlihat di kawasan perkebunan Blang Meukiek, Gampong Tunong, Kecamatan Keumala, Kabupaten Pidie, Rabu (25/1). Sebanyak 24 ekor gajah liar masih menguasai kawasan tersebut yang terbagi dalam dua kelompok. ZIAN MUSTAQIM/RAKYAT ACEH

Tim Turunkan Tiga Gajah Jinak

SIGLI (RA) – Sebanyak 24 gajah liar masih kuasai perkebunan kawasan Blang Meukiek, Gampong Tunong, Keumala Dalam, Kecamatan Keumala, Kabupaten Pidie. Gajah yang terbagi dua kelompok tersebut, telah menduduki pemukiman penduduk sejak tiga hari lalu.

Agar tidak ada korban jiwa, pemerintah setempat menurunkan tim yang terdiri dari Relawan Ranger, Komite Pengelolaan Hutan Aceh (KPHA) dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh. Tim menghalau kawanan gajah dengan melibatkan tiga ekor gajah jinak dari Conservation Respon Unit (CRU) Mane.

Petugas KPHA Pidie, Hamdani S.Hut mengatakan belum tahu hingga kapan penggiringan akan berlangsung. Namun menurutnya, diupayakan hingga kawanan gajah keluar dari area perkebunan warga sampai ke kawasan hutan Simileuk.
Amatan Rakyat Aceh bersama relawan Ranger Keumala, kawanan berjumlah 24 gajah dan telah terbagi menjadi dua kelompok, Rabu (25/1) sore. Perhitungan itu juga berdasarkan laporan warga dan jejak gajah yang ditemukan.

Kawanan gajah terus memakan pisang dan tebu di kebun warga. Selain itu juga merusak puluhan hektar kebun pinang. “Sudah dibagi menjadi dua kelompok, ini kelompok yang sama yang mendatangi Mila, beberapa waktu lalu. Jumlahnya masih sama 24 ekor, belum bertambah,” Terang Relawan Ranger Keumala, Kautsar, Kamis (26/1).

Ia juga mengatakan, pihaknya telah melaporkan peristiwa tersebut pada pihak berwajib di Banda Aceh dan telah diturunkan gajah jinak sebanyak tiga ekor dari Conservation Respon Unit (CRU) Mane.

“Iya hari ini (kemarin) diturunkan gajah jinak, tiga ekor. Rencananya akan digiring kekawasan Similek, perbatasan Aceh Besar, karena diduga tempat gajah itu berasal di sana, kami juga sudah pasang GPS pada salah satu gajah betina, jadi bisa memantau kemana pergerakan gajah selanjutnya,” jelasnya.

Ia berharap warga bersabar sejenak sambil menunggu proses pengiringan gajah selesai. “Waspada jika menuju kebun, apalagi saat jam malam dan pagi, itulah saat-saat gajah bergerak mencari makan. Dalam kelompok tersebut ada gajah betina dewasa yang masih sangat liar,” pungkas Kautsar. (zia/mai)