Menu

Mode Gelap
Korban Erupsi Gunung Marapi Ditemukan 1,5 Km dari Kawah Cak Imin Resmikan Posko Pemenangan Musannif bin Sanusi (MBS) Perangkat Desa Sekitar Tambang Tantang Asisten Pemerintahan dan Dewan Lihat Objektif Rekrutmen Pekerja PT AMM Golkar Aceh Peringati Maulid Nabi dan Gelar TOT bagi Saksi Pemilu Ratusan Masyarakat Gurah Peukan Bada Juga Rasakan Manfaat Pasar Murah

INTERNASIONAL · 31 Jan 2017 09:08 WIB ·

Ini dia,Tersangka Penembakan Masjid Agung Kanada saat Isya


 TERSANGKA: Alexandre Bissonnette saat dibawa ke pengadilan (kiri). (Splash News, Facebook via The Sun) Perbesar

TERSANGKA: Alexandre Bissonnette saat dibawa ke pengadilan (kiri). (Splash News, Facebook via The Sun)

Harianrakyataceh.com – Polisi sudah menetapkan tersangka penembakan di Masjid Agung Quebec, Kanada. Tersangka adalah seorang mahasiswa keturunan Pracis-Kanada yang berusia 27 tahun. Dalam insiden tersebut, tersangka Alexandre Bissonnette dijatuhi tuntutan enam pembunuhan tingkat pertama dan lima percobaan pembunuhan.

Pada Senin (Selasa WIB), Bissonnette datang ke Pengadilan Kota Quebec untuk mendengarkan tuntutannya. Lebih dari 50 orang ada di dalam Masjid Agung Quebec ketika penembakan terjadi pada pukul 19.30 Minggu malam (29/1). Mereka semua sedang berjamaah salat isya.

Enam tewas, 19 lainnya terluka ringan, lima masih di rumah sakit dan dua dari mereka mengalami luka parah. Selain Bissonnette, seorang lelaki keturunan Maroko, Mohamed Khadir,  juga ditangkap setelah kejadian. Khadir diamankan sebagai saksi.

Saat di pengadilan Bissonnette tidak mengajukan keberatan saat dihelat hearing. Dia mengenakan kostum penjara dengan tangan dan kaki di borgol. Tersangka ditangkap di dalam mobilnya saat hendak menuju Ile d’Orleans. Saat itu, tersangka sendiri yang menelepon polisi dan mengatakan sudah menembaki jamaah masjid. Dia menyatakan akan menyerah.

Berdasar media local Bissonnette mengambil studi ilmu politik dan antropologi di Universitas Laval. Universitas itu hanya berjarak 3 kilometer dari Masjid Agung Quebec.  Dalam akun Facebooknya, tersangka menulis menyukai Presiden Donald Trump dan pemimpin Front Nasional Prancis, Marine Le Pen.  Di akun tersebut juga terungkap kalau tersangka cenderung pendiam dan suka bermain catur. ”Tersangka dikenal memiliki pandangan-pandangan sayap kanan,” ulas Francois Deschamps, perwakilan grup advokat Welcome to Refugees.

Doa bersama di seluruh Kanada pun dihelat untuk mendoakan para korban. Saat ini lokasi kejadian masih diamankan polisi.  PM Kanada Justin Trudeau dan Pemimpin Quebec Philippe Couillard mengatakan kalau aksi itu adalah aksi teroris. ”Kami bersama Anda sekalian. 36 juta hati terluka juga,” kata Trudeau. (BBC/CNN/tia)

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Penulis

Comments are closed.

Baca Lainnya

Dua Pekerja Asal Aceh Dipulangkan dari Malaysia Karena Sakit, Haji Uma Turut Bantu Biaya

13 June 2024 - 22:23 WIB

Perjuangan Ayat Suci Mengikuti Tes Tamtama Polri Memakai Sepatu Koyak

13 June 2024 - 19:33 WIB

India Protes Atas Terjadinya Gol Kontroversial Qatar di Kualifikasi Piala Dunia 2026

13 June 2024 - 14:57 WIB

Cair, Gaji ke-13 dan Tunjangan Tambahan Penghasilan Pegawai ASN Aceh Besar

13 June 2024 - 14:56 WIB

Disdik Aceh Canangkan Zona Integritas WBK dan WBBM untuk Tingkatkan Mutu Pendidikan

13 June 2024 - 08:08 WIB

Berhasil Tekan Laka Lantas secara Kolaboratif, Ditlantas Polda Aceh Dapat Penghargaan

12 June 2024 - 15:37 WIB

Trending di UTAMA