Menu

Mode Gelap
Korban Erupsi Gunung Marapi Ditemukan 1,5 Km dari Kawah Cak Imin Resmikan Posko Pemenangan Musannif bin Sanusi (MBS) Perangkat Desa Sekitar Tambang Tantang Asisten Pemerintahan dan Dewan Lihat Objektif Rekrutmen Pekerja PT AMM Golkar Aceh Peringati Maulid Nabi dan Gelar TOT bagi Saksi Pemilu Ratusan Masyarakat Gurah Peukan Bada Juga Rasakan Manfaat Pasar Murah

UTAMA · 31 Jan 2017 04:58 WIB ·

Listrik Sabang Terancam, PLN Minta Pemko Izinkan PLTMG


 DISKUSI : General Manager (GM) PLN Aceh, Bob Saril berdikskusi dengan Wakil Rektor IV Unsyiah, Nazamuddin, (tengah)  FOTO HUMAS PLN Perbesar

DISKUSI : General Manager (GM) PLN Aceh, Bob Saril berdikskusi dengan Wakil Rektor IV Unsyiah, Nazamuddin, (tengah) FOTO HUMAS PLN

BANDA ACEH (RA) – General Manager (GM) PLN wilayah Aceh, Bob Saril meminta pada pemerintah Kota Sabang agar memberikan izin pembangunan PLTMG yang mampu menambah daya listrik sebesar 4 Mega.

Hal ini dikatakan usai penandatanganan nota kesepahaman PLN Aceh dengan Unsyiah di Auditorium FKIP Unsyiah, Senin (30/1). Bob menyebutkan jika izin tersebut tidak diberikan maka pasokan listrik ke Sabang terancam pada tahun ini.

“Kebutuhan listrik dari tahun ke tahun pasti naik. Secara injektif loud juga Sabang kan rencananya membangun resort-resort untuk menyambut Seal Sabang 2017, nah itu membutuhkan kelistrikan sangat besar,” ujar Bob pada Rakyat Aceh.

Masih Bob Saril, ia mengatakan sudah melakukan pendekatan dengan pemko Sabang, bahkan Gubernur Aceh sudah mengeluarkan surat pada Plt Walikota Sabang yang isinya meminta untuk menyelesaikan izin pembangunan PLTNG di kota wisata itu.

“Tahun ini harus selesai kalau ngga uangnya akan hangus dan dipindahkan ke daerah lain dengan total biaya pembangunan sekitar Rp600 miliar,” imbuhnya.

Jika ini tidak diizinkan segera, lanjut Bob, maka masyarakat akan mengalami pemadaman bergilir. Walau saat ini daya listrik cukup, namun kelak dipastikan daya tidak mencukupi.
Apalagi dengan berkembangnya resort-resort di Sabang maka jumlah pasokan listrik akan bertambah.

“Jadi kalau tidak diizinkan gimana kita membangun dan memberikan pelayanan. Yang tidak memberikan izin itu Bappedal Sabang. Padahal yang dibutuhkan areal membangun PLTNG hanya 4 hektar kok, itupun di luar Kota Sabang,” papar Bob Saril. (mag-69/mai)

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Penulis

Comments are closed.

Baca Lainnya

PLN ULP Tapaktuan Siagakan Personil Antisipasi Cuaca Buruk

23 May 2024 - 02:54 WIB

Pemkab Aceh Besar Gelar Pangan Murah untuk Warga Kecamatan Baitussalam

23 May 2024 - 02:50 WIB

BPBA Serahkan Bantuan Pemulihan Ekonomi bagi Korban Kebakaran di Aceh Besar

23 May 2024 - 02:46 WIB

Setelah Pengukuhan Bapak dan Bunda Asuh Anak Stunting, BKKBN Ajak Pangdam Iskandar Muda Bantu Tuntaskan Stunting di Aceh

22 May 2024 - 20:18 WIB

Rusak dan Amblas Ruas Jalan Provinsi, Warga Minta Pj Gubernur Aceh Turun ke Simeulue

22 May 2024 - 18:22 WIB

Kapolda Aceh Saksikan Simulasi Penerbangan Drone Ditsamapta Polda Aceh

22 May 2024 - 15:39 WIB

Trending di UTAMA