Petaka Ritual Mandi Kembang Tengah Malam

Petaka Ritual Mandi Kembang Tengah Malam. Ilustrasi Fajar/Radar Surabaya/JPNN.com

RAKYAT ACEH (RA) – Hidup seatap dengan saudara dianggap lebih banyak enggak enaknya oleh Karin, 40. Apalagi, kebiasaan saudaranya, sebut Sephia, 26 hobi mandi kembang tiap malam.

Karin sudah gerah dan kesal. Ia merasa rumahnya digunakan untuk kegiatan sirik oleh adik iparnya. Ironisnya, ketika ia berontak padan suaminya, Donjuan, 42, justru menantang untuk menalak cerainya.

Sampai akhirnya, Karin pun memutuskan untuk menggugat cerai duluan. “Iya gimana lagi? Tiap hari saya ditakut-takuti cerai kalau tidak membiarkan adiknya mandi kembang,” kata Karin di sela-sela sidang gugatan cerainya di Pengadilan Agama (PA), klas 1A Surabaya, pekan lalu.

Bersama pengacaranya, Abdul Kadir, Karin menyatakan kebiasaan sang adik ipar melakukan ritual mandi kembang itu sudah dilakukan sejak Sephia SMA. Tak hanya risih, Karin juga sering kesal karena adiknya tak mau membersihkan kamar mandinya.

Ritual dilakukan pukul 02.00 dan dengan doa yang bikin berisik rumah. “Emang adik ipar itu nakal, jual diri gitu,” ketusnya.

Itu diketahui karena Sephia selalu pulang malam. Sebagai dokter umum, Karin memang tak begitu sering mengikuti kegiatan adiknya karena sering jaga malam. “Mesti diater om dan mobil gitu,” jelasnya.

Mesti demikian, Karin tak bisa berbuat apa-apa. Wanita yang tinggal di kawasan Gayungsari itu akhirnya cuek dan tidak mau tahu. Puncak kemarahan Karin yakni ketika ia menemukan kenyataan bila ternyata suaminya juga kongkalikong atas kebiasaan Sephia.

Selain orang yang menyediakan bunga untuk mandi kembang, Donjuan ternyata juga yang menerima hasil bisnis jual diri Sephia. “Ya saya tahunya juga dari WA (WhatsApp, Red). Waktu suami minta uang untuk jalan-jalan,” jelasnya.

Kebetulan sang suami bekerja sebagai konsultan di perusahaan farmasi. “Emang lifestyle suami gitu. Saya sih merasa sudah tidak cocok,” jelasnya.

Sementara Donjuan tidak terima atas talak cerai tersebut. Ia akan membuat proses gugatan lama dan menuntut harta gono gini. “Rumah emang beli berdua, tapi barangbarang dan tabungan itu hasilkerja keras saya dan adik ipar. Jadi tidak mudah untuk menyelesaikan persoalan ini,” pungkas bapak tiga anak itu. (*/no/jpg/jpnn)