Menu

Mode Gelap
Korban Erupsi Gunung Marapi Ditemukan 1,5 Km dari Kawah Cak Imin Resmikan Posko Pemenangan Musannif bin Sanusi (MBS) Perangkat Desa Sekitar Tambang Tantang Asisten Pemerintahan dan Dewan Lihat Objektif Rekrutmen Pekerja PT AMM Golkar Aceh Peringati Maulid Nabi dan Gelar TOT bagi Saksi Pemilu Ratusan Masyarakat Gurah Peukan Bada Juga Rasakan Manfaat Pasar Murah

EKBIS · 2 Feb 2017 11:58 WIB ·

Ada Bahaya Di Balik Kebulan Asap Vapor


 ilustrasi Perbesar

ilustrasi

Harianrakyataceh.com – Rokok elektrik saat ini sudah menjadi bagian dari gaya hidup. Kepulan asap membumbung tinggi saat mengisapnya membuat penikmatnya merasa keren. Apa iya? Mungkin iya, tetapi rokok elektrik tersebut ternyata yang tidak lebih baik dari rokok tembakau.

Bahkan, sebuah penelitian baru menyebutkan bahwa rokok elektrik dapat meningkatkan resiko serangan jantung. Lebih dikenal dengan sebutan vapor, rokok elektrik tersebut kali pertama dipasarkan di Inggris pada tahun 2005 dan setahun kemudian masuk Amerika Serikat. Seiring pertumbuhannya, vapor mengalami peningkatan penjualan yang fantastis.

Para anak muda menggandrunginya dan menganggap itu keren. Tak hanya itu, mereka menilai mengisap vapor jauh lebih sehat dengan mengisap rokok tembakau. Sekitar 9 juta orang Amerika dan 2.6 juta orang Inggris mengonsumsi vapor yang memiliki aneka aroma tersebut. Tetapi, di balik aroma yang enak ada nikotin yang tersembunyi.

Peneliti menemukan kalau level adrenalin di jantung penikmat rokok elektrik cenderung naik. Pun demikian dengan tingkat stressnya. Kedua faktor itu berasosiasi dengan penyakit jantung. Dipaparkan peneliti, rokok elektrik juga menghasilkan aerosol yang mengandung nikotin ketika dihirup. Tetapi, memang dibutuhkan penyelidikan lebih lanjut apakah nikotin tersebut mempengaruhi kesehatan hati, paru-paru, serta pembuluh dara seperti halnya nikotin di dalam tembakau.

”Meninggalkan rokok adalah satu-satunya cara terbaik untuk meningkatkan kesehatan hati. Karena dengan merokok akan merusak anggota tubuh secara perlahan. Khususnya risiko serangan jantung atau stroke,” kata Christopher Allen, Senior dari Perawatan Jantung British Heart Foundation.(cr3/Daily Mail/JPG/tia)

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Penulis

Comments are closed.

Baca Lainnya

Gandeng 17 Developer, BSI Tawarkan Promo Menarik Margin Setara 2,22 Persen

22 June 2024 - 17:34 WIB

Dukung Peningkatan Kualitas SDM Indonesia, BSI Scholarship 2024 Targetkan 2.300 Pelajar & Mahasiswa

21 June 2024 - 18:43 WIB

PLN Masuk Jajaran 10 Besar Perusahaan Terbaik Asia Tenggara Versi Fortune

21 June 2024 - 17:25 WIB

AMANAH Adakan Carnival dan Kompetisi Model sebagai Wadah Generasi Muda Tampilkan Minat Bakat

21 June 2024 - 17:19 WIB

PLN Jadi Perusahaan Utilitas Terbaik Se-Kawasan Versi Fortune 500 Asia Tenggara

21 June 2024 - 16:54 WIB

Kata Kakanwil Meurah Budiman Soal Audiensi Bawaslu dengan Kemenkumham Terkait Pembentukan 5 Panwaslih Kabupaten/Kota Aceh

21 June 2024 - 00:00 WIB

Trending di NASIONAL