PELANTIKAN: Menteri Agama (menag) RI, Lukman Hakim Saifuddin berjabat tangan dengan Dr H Hafifuddin MA, Rektor Istitut Agama Islam Negeri (IAIN) Malikussaleh Lhokseumawe periode 2017-2021, usai pelantikan di Aula Kementerian Agama RI Jakarta Pusat, Rabu(1/2). FOR RAKYAT ACEH

LHOKSEUMAWE (RA) – Lukman Hakim Saifuddin Menteri Agama (menag) RI, melantik Dr H Hafifuddin MA, sebagai Rektor Istitut Agama Islam Negeri (IAIN) Malikussaleh Lhokseumawe periode 2017-2021 di aula Kementerian Agama RI Jakarta Pusat, Rabu(1/2).

Sebelumnya, H Hafifudin merupakan Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) malikussaleh Lhokseumawe, dilantik bersamaan dengan empat retor IAIN lainya, seperti Rektor IAIN Pekalongan, Ponorogo, Metro Lampung dan Kerinci.

Adapun peralihan status STAIN Malikussaleh Lhokseumawe menjadi IAIN setelah Presiden RI, Joko Widodo meneken Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 72/2016 Tentang IAIN Lhokseumawe pada 1 Agustus 2016. Sedangkan organisasi dan tata kerja (Ortaker), nomor 46 Tahun 2016, resmi diteken Menag RI, pada 9 November 2016.

Dalam sambutannya, Menteri Agama menyebutkan alih status dari STAIN menjadi IAIN bukan akhir dari sebuah perjuangan. Tapi ini merupakan awal untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dengan peningkatkan sumber daya manusia (SDM). Peningkatkan kuallitas lulusan dan juga pembinaan terhadap alumni diharapkan terus ditingkatkan.

Adapun kepada IAIN Lhokseumawe, Menteri Agama berharap Rektor IAIN yang pertama kali menjabat ini untuk terus membangun hubungan kerjasama dengan semua kampus dan stake holder yang ada, untuk meningkatkan kualitas pendidikan.Selain mampu menjadi solusi dan menjawab persoalan masyarakat tentang keagamaan yang terjadi di daerah masing-masing. Lukman Hakim Saifuddin juga menyampaikan pada ketua ketua STAIN untuk mengembangkan kapasitas dalam memimpin perguruan tinggi.

Hadir saat pelantikan tersebut Sekretaris Jenderal Menag RI Prof Dr Nursyam MA, Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI, Prof Dr Phil Kamaruddin MA, Wakil STAIN, Ketua Jurusan dan Kabag.(rel/mai)