Menu

Mode Gelap
Korban Erupsi Gunung Marapi Ditemukan 1,5 Km dari Kawah Cak Imin Resmikan Posko Pemenangan Musannif bin Sanusi (MBS) Perangkat Desa Sekitar Tambang Tantang Asisten Pemerintahan dan Dewan Lihat Objektif Rekrutmen Pekerja PT AMM Golkar Aceh Peringati Maulid Nabi dan Gelar TOT bagi Saksi Pemilu Ratusan Masyarakat Gurah Peukan Bada Juga Rasakan Manfaat Pasar Murah

NASIONAL · 2 Feb 2017 16:51 WIB ·

Gerindra: Jangan Karena Ahokgate, Jokowi Dimakzulkan


 Presiden Joko Widodo. Foto: dok/JPNN.com Perbesar

Presiden Joko Widodo. Foto: dok/JPNN.com

Harianrakyataceh.com – Langkah Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan ke kediaman Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kiai Ma’ruf Amin, Rabu (1/2) malam, menimbulkan tanda tanya besar.

Apalagi Luhut diketahui tidak sendiri. Dia bersama Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Iriawan dan Pangdam Jaya Mayjen TNI Teddy Lhaksmana.

“Saya ingin tanya, Pak Luhut datang ke kediaman Kiai Ma’ruf atas perintah Presiden Jokowi atau Ahok? Karena publik melihatnya, Pak Luhut datang untuk menyelesaikan masalah Ahok,” ujar Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP Partai Gerindra Andre Rosiade di Jakarta, Kamis (2/2).

Andre mempertanyakan hal tersebut, karena sepanjang pengetahuannya, tugas pokok dan fungsi Luhut di Kabinet Kerja membidangi masalah kemaritiman. Bukan menangani kasus yang membelit Ahok sebagai terdakwa kasus penistaan agama.

Menurut Andre, jika kedatangannya dalam posisi sebagai anak buah Presiden Jokowi, maka sangat jelas pemerintah tidak netral terkait kasus Ahok. Sementara jika datang dalam posisinya terkait kasus Ahok, sudah semestinya presiden memberi teguran.

“Pak Luhut diperintah presiden atau Ahok? Kalau Ahok, maka Pak Luhut harus ditegur, bila perlu dipecat,” tutur Andre.

Sementara itu terkait dugaan penyadapan pembicaraan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan Kiai Ma’ruf, jika benar kata Andre, maka sangat menyalahi aturan. Bahkan bisa merusak demokrasi dan merusak tatanan negara.

Andre kemudian menyinggung kasus yang sebelumnya pernah menimpa Presiden ke-37 Amerika Serikat, Richard Milhous Nixon. Karena terlibat skandal penyadapan, akhirnya mundur dari jabatannnya. Kasus tersebut kata Andre, bukan tidak mungkin juga terjadi di Indonesia, di mana Presiden Jokowi akan diimpeachment (dimakzulkan).

“Kepada Pak Jokowi, presiden saya dan presiden seluruh rakyat Indonesia. Kalau ini dibiarkan bisa berbahaya. Presiden Nixon jatuh gara-gara skandal penyadapan. Jangan sampai karena ‘Ahokgate’ presiden diimpeachment,” pungkas Andre. (gir/jpnn)

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Penulis

Comments are closed.

Baca Lainnya

Pemerintah Aceh Ikut Sosialisasi Geoportal Satu Peta 2.0

20 July 2024 - 17:26 WIB

Tolak Israel Pada Olimpiade 2024, Sejumlah Ormas Islam Akan Gelar Aksi Damai

19 July 2024 - 14:58 WIB

Kontingen Kemenkumham Aceh Siap Ikuti Turnamen Tenis Lapangan Hari Pengayoman

19 July 2024 - 13:44 WIB

Mendagri Beri Arahan Khusus Pj Bupati/Walikota yang Baru di Ruang Kerjanya

15 July 2024 - 21:47 WIB

PBNU Akan Panggil 5 tokoh muda NU Usai Pertemuannya dengan Presiden Israel

15 July 2024 - 15:13 WIB

Partai Aceh Optimalkan Pemenangan Pilkada 2024

14 July 2024 - 21:24 WIB

Trending di NANGGROE TIMUR