5.000 Warga Bireuen Belum Terdaftar di BPJS Kesehatan

PELAYANAN: Kepala BPJS Kesehatan Bireuen, Safruddin dan Kepala Dinas Kesehatan, dr Amir Addani, M.Kes melihat petugas melayani masyarakat mengurus administrasi di BPJS Kesehatan setempat, Jumat (3/2). RAHMAT HIDAYAT/RAKYAT ACEH

BIREUEN (RA) – Sebanyak lima ribu masyarakat di Kabupaten Bireuen, masih ada yang belum terdaftar di BPJS Kesehatan. Bidan desa dan kepala Puskesmas diminta membantu warga mendaftarkan dirinya.Kepala BPJS Kesehatan Bireuen Safruddin mengatakan, bantuan bidan desa dan Puskesmas akan sangat membantu percepatan pengurusan warga agar bisa memperoleh kartu BPJS – Kartu Indonesia Sehat (KIS).

“Permintaan bantuan ini untuk pelayanan kesehatan masyarkat. Dalam proses pengurusannya tidak ada pungutan biaya alias gratis,’ ungkap Kepala BPJS Kesehatan Bireuen Safruddin dan Kepala Dinas Kesehatan dr Amir Addani,M.Kes dalam pertemuan kerjasama, Jumat (3/2) pagi diruang kerja kepala BPJS Kesehatan.

Dijelaskan, peserta JKN – KIS yang sudah terdaftar di BPJS Kesehatan Bireuen sebanyak 426.263 jiwa dari jumlah penduduk Bireuen sekitar 430 ribu jiwa dan sekitar empat ribu sampai lima ribu diantaranya belum terdaftar.Katanya, bagi masyarakat belum terdaftar diimbau segera mendaftarkan diri ke kantor BPJS Kesehatan di pinggir jalan Banda Aceh-Medan sebelum Rumah Sakit Malahayati. Syarat pendaftaran sudah semakin mudah tinggal bawa KTP dan fotokopi Kartu Keluarga (KK) dan pasphoto 3×4 satu lembar, setelah menunggu di proses kartu langsung jadi dan aktif.

Untuk pengurusan itu masyarakat tidak perlu membayar iuran bulan pertama dan tidak ada membayar kartu baik bagi yang mendaftar saat ada keluarga yang lagi sakit dan juga tidak sakit. “Saya imbau agar masyarakat jangan mengurus sama calo karena tidak ada pungutan biaya. Dalam satu hari bisa selesai 150 jiwa,” terang kepala BPJS Kesehatan Bireuen, Safruddin.

Kepala Dinas Kesehatan Bireuen dr Amir Addani,M.Kes menambahkan supaya lima ribu masyarakat Bireuen yang belum terdaftar itu bisa semuanya terdata dalam data base BPJS Kesehatan. Dalam waktu satu bulan harus sudah selesai, kepala dinas kesehatan segera memerintahkan bidan desa untuk mendata warga sampai yang tinggal dipelosok desa dan bagi yang belum terdaftar dibantu pengurusannya.

Jika ada kendala dengan pasphoto maka warga yang bersangkutan di foto langsung dengan hand phone android milik bidan nantinya di print di Puskesmas dan data warga diantar ke BPJS Kesehatan oleh petugas ditunjuk dari Puskesmas masing-masing. “Target kita bisa tuntas dalam satu bulan ini,” tegas Kadinkes dr Amir Addani,M.Kes. (rah/min)