Menu

Mode Gelap
Korban Erupsi Gunung Marapi Ditemukan 1,5 Km dari Kawah Cak Imin Resmikan Posko Pemenangan Musannif bin Sanusi (MBS) Perangkat Desa Sekitar Tambang Tantang Asisten Pemerintahan dan Dewan Lihat Objektif Rekrutmen Pekerja PT AMM Golkar Aceh Peringati Maulid Nabi dan Gelar TOT bagi Saksi Pemilu Ratusan Masyarakat Gurah Peukan Bada Juga Rasakan Manfaat Pasar Murah

NASIONAL · 5 Feb 2017 00:59 WIB ·

Polisi Segera Buka SMS Antasari, Bersiaplah


 Antasari Azhar setelah bertemu dengan Presiden Jokowi di kompleks Istana Merdeka, beberapa waktu lalu. (JUNEKA/JAWA POS) Perbesar

Antasari Azhar setelah bertemu dengan Presiden Jokowi di kompleks Istana Merdeka, beberapa waktu lalu. (JUNEKA/JAWA POS)

Harianrakyataceh.com – Polri terus mendalami kasus yang menjerat Antasari Azhar. Rencananya, Korps Bhayangkara meminta data percakapan lewat pesan singkat (SMS) handphone milik Antasari ke provider. Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Divhumas Mabes Polri Kombespol Martinus Sitompul menuturkan, pihaknya memang ingin membuka kembali data percakapan di handphone Antasari.

“Kami ingin mendapatkannya dari provider,” ujarnya. Meski, kesempatan untuk bisa mendapatkan data tersebut cukup kecil karena waktu yang sudah lama.

Peristiwa pengiriman pesan singkat yang diyakini Antasari bukan berasal dari handphone-nya itu terjadi lebih dari enam tahun lalu. “Saat itu bukti tersebut kan dikesampingkan,” paparnya.

Waktu yang lama itu memberikan sejumlah dampak. Misalnya, provider memiliki kapasitas penyimpanan terbatas sehingga data itu dihapus. Kemungkinan lain, provider tidak memiliki penyimpanan data tersebut. “Teknologi setiap provider berbeda,” ujarnya.

Belum lagi bila pesan singkat itu dikirim dan diterima provider yang berbeda. Tentunya, dengan posisi seperti itu, akan berbeda penanganannya. “Walau kami tetap berharap bisa mendapatkan data pesan singkat tersebut.”

Yang pasti, setelah meminta data pesan singkat tersebut, Polri akan menilai apakah bisa menindaklanjutinya. Dengan data pesan singkat itu, apakah unsur pidananya cukup atau tidak. “Tapi, kondisi kasus ini memang cukup sulit,” ungkapnya.

Martinus menuturkan, secepatnya Polri meminta data tersebut ke provider kartu milik Antasari. Dengan begitu, duduk perkaranya nanti lebih terang benderang. Yang pasti, keinginan Antasari telah mendorong penyidik mengungkap kembali kasus tersebut. Bila nanti ditemukan, bisa jadi kasus itu dibuka lagi. “Seandainya benar, SMS itu bisa jadi bukti,” papar mantan Kabidhumas Polda Metro Jaya tersebut.

Sebelumnya, Antasari mendapatkan grasi dari Presiden Jokowi. Antasari juga menemui Presiden Jokowi yang kemudian memanggil Kapolda Metro Jaya Irjen M. Iriawan. Kasus Antasari sedang dipelajari untuk kemungkinan dibuka lagi. Kunci utama kasus itu bisa dibuka adalah soal pesan singkat yang sempat terungkap bukan berasal dari handphone Antasari. (idr/c7/oki) 

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

Comments are closed.

Baca Lainnya

Dinsos Aceh Bahas Usulan Pahlawan Nasional Sultan Alaidin Mahmudsyah dan Tgk Chik Pante Geulima Bersama Ahli Waris

27 February 2024 - 11:06 WIB

Yayasan Baiturrahman Peduli Umat, Lantik Kepala Baru MTsS Darussyariah Masjid Raya Baiturrahman

27 February 2024 - 08:57 WIB

Jelang Ramadhan, Pemkab Aceh Besar Gelar Pangan Murah di 8 Lokasi

27 February 2024 - 07:31 WIB

Pemkab Aceh Besar Gelar FKP RKPD Tahun 2025

27 February 2024 - 07:27 WIB

Pj Bupati Muhammad Iswanto Letakkan Batu Pertama Pembangunan Rumah Layak Huni Kolaborasi Islamic Relief dan Baitul Mal Aceh Besar

27 February 2024 - 07:23 WIB

Demokrat Aceh Utara Laporkan Dugaan Kecurangan Pemilu ke Panwascam Lapang

26 February 2024 - 18:54 WIB

Trending di POLITIKA