Jelang Pilkada Provokator Sebar Stiker PKI

SELEBARAN PROVOKASI: Stiker Palu Arit menyudutkan kandidat Calon Bupati dan Wakil Bupati dengan tuduhan kaki tangan PKI kembali di tebar oleh orang tak dikenal di ruas jalan wilayah Pinturime Gayo Dan Timang Gajah Kabupaten Bener Meriah, Senin (6/2). FOR RAKYAT ACEH

REDELONG (RA) – Bener Meriah dihebohkan dengan beredarnya stiker menyudutkan sejumlah tokoh politik setempat, nasional bahkan mantan presiden. Distiker berukuran 15×22 centimeter berwarna merah itu dituliskan, “HATI-HATI JANGAN SALAH PILIH PDI Perjuangan Lumbung PKI.”
Pelaku diduga mengedarkan stiker di jalan wilayah Pinturime Gayo dan Timang Gajah, Senin (6/2). Di stiker itu pelaku mencantumkan Palu Arit, lambang Partai Komunis Indonesia (PKI). Selain itu memuat foto pasangan calon bupati-wakil bupati nomor urut 1 Ridwan MT – Ridwansyah, nomor urut 2 H Misriadi MS (mantan anggota DPRK Bener Meriah dari PDIP), mantan presiden Megawati Soekarnoputri, Gubenur nonaktif DKI Jakarta Basuki Cahaya Purnama (Ahok), anggota DPR RI dari PDIP Dapil Aceh II Ir. Tagore AB dan disertai lambang PDI Perjuangan.

Kapolres Bener Meriah AKBP Deden Somantri, berharap seluruh warga tidak terprovokasi. “Dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab. Kita telah menyebar anggota untuk menyelidiki kasus penyebaran tersebut,” ujarnya pada Rakyat Aceh.

Ia berharap, warga teguh pada prinsipnya tidak terprovokasi dengan isu-isu yang membuat kegaduhan. AKBP Deden meminta warga yang mengetahui dan melihat insiden penyebaran stiker itu agar segera melaporkan ke pos polisi terdekat.

AKBP Deden memastikan penyebaran stiker itu merupakan tindakan melanggar hukum, serta pelanggaran Pilkada berdasarkan undang-undang Nomor 10 tahun 2016. Ia mengajak semua pihak bekerja sama mengungkap kasus. Sentra Penegakkan Hukum Terpadu (Gakkumdu) setempat, juga terus berupaya menyelidikinya.

*Panwaslih Kita Sedang Bekerja
Ketua Panwaslih Kabupaten Bener Meriah, Khairul Akhyar juga menghimbau agar warga tetap tenang dan tidak terprovoksi menjelang pencoblosan. “Saat ini aparat sedang bekerja untuk mencari tahu sipa pelaku penyebaran Palu Arit tersebut,” ujarnya. Ia menegaskan penyebarannya merupakan, blackcampaign yang melanggar aturan Pilkada.

“Selalu seperti itu, saling menjelekan pasangan lain dengan menyebar selebaran dan surat kaleng. Kita akan akan mencari tahu sipa pelakunya, kita tidak inggin hal itu menjadi budaya di daerah kita,” katanya. Sementara itu, Ketua DPRK Bener Meriah Guntarayadi yang juga Ketua PDI-P Bener Meriah, menyampaikan perbuatan merupakan provokasi yang dapat menimbulkan perpecahan.

“Saya selaku Ketua DPC PDI-P sudah melaporkan ke Polres Bener Meriah dan Panwaslih untuk ditindak lajuti. Sumbernya Itu tidak jelas dan mementingkan kepentingan pribadinya dan saya sangat menyesalkan kejadian tersebut seharusnya hal itu tidak perlu terjadi,” ujarnya.

Menurutnya, Rakyat Bener Meriah sudah damai, aman dan nyaman, tidak seharusnya diprovokasi. “Kita sudah melakukan koordinasi dengan Kapolres Bener Meriah. Saat ini mereka (polisi) sedang mencari pelaku dengan mengumpulkan semua bukti tidak dengan serta merta harus ada alat bukti,” katanya.

*Sudah Disita

Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Goenawan membenarkan adanya temuan selembaran itu, namun pihaknya belum dapat memastikan apakah selembaran itu berkaitan dengan Pilkda di Aceh, karena kasus itu masih dalam penyelidikan.

“Kasus ini sedang kita tangani, baru proses penyelidikan terhadap pelaku, kalau terkait dengan selebaran itu sudah kita sita,” sebut Goenawan.

Ia mengatakan selebaran itu sudah tersebar dalam dua minggu terakhir ini. Pihaknya langsung terjunkan tim untuk selidiki kasus itu. “Kasus ini masih dalam penyelidikan yang dilakukan oleh Polres sana (Bener Meriah), mudah-mudahan kita dapatkan pelakunya,” katanya. (mag-70/ibi/mai)