Menu

Mode Gelap
Korban Erupsi Gunung Marapi Ditemukan 1,5 Km dari Kawah Cak Imin Resmikan Posko Pemenangan Musannif bin Sanusi (MBS) Perangkat Desa Sekitar Tambang Tantang Asisten Pemerintahan dan Dewan Lihat Objektif Rekrutmen Pekerja PT AMM Golkar Aceh Peringati Maulid Nabi dan Gelar TOT bagi Saksi Pemilu Ratusan Masyarakat Gurah Peukan Bada Juga Rasakan Manfaat Pasar Murah

DAERAH · 6 Feb 2017 23:55 WIB ·

Sengol Teplok, Nek Puteh Hangus Terbakar


 PENEMUAN JASAD: Arsyad, Sekdes Desa Ranup Dong Kecamatan Meureubo, Aceh Barat memperlihatkan lokasi penemuan jasad nek Puteh Amin, Meulaboh, Ahad (5/2) malam.
DENNY SARTIKA/RAKYAT ACEH Perbesar

PENEMUAN JASAD: Arsyad, Sekdes Desa Ranup Dong Kecamatan Meureubo, Aceh Barat memperlihatkan lokasi penemuan jasad nek Puteh Amin, Meulaboh, Ahad (5/2) malam. DENNY SARTIKA/RAKYAT ACEH

Meulaboh (RA) – Puteh Amin (70), meninggal terbakar setelah rumahnya yang berkonstruksi kayu habis dilahap api. Saat kebakaran di Lorong Durian, Desa Ranup Dong, Kecamatan Meureubo, Aceh Barat itu terjadi, warga setempat dan petugas berjuang keras. Sayangnya, nyawa sang nenek tak terselamatkan.

Lorong yang sempit menuju lokasi serta ramainya warga, membuat petugas pemadam kebakaran kesulitan. Untuk menjinakkan api, dinas kebakaran setempat menurunkan tiga armada. Namun 85 persen rumah menjadi arang dalam peristiwa yang terjadi sekitar pukul 20.00 WIB, Ahad (5/2) itu.

Rumah yang terbakar merupakan milik M Saleh (53), pencari bulu ijuk. Sementara korban merupakan orang tuanya. Sekretaris Desa Ranup Dong, Arsyad (52) yang turut berada di lokasi kejadian, menuturkan, kondisi jasad Puteh Amin tidak dapat dikenali lagi. Bentuk wajah mulai memutih dengan tulang-belulang mulai terlepas dari kulitnya.

Warga sempat histeris ketika tulang kaki dan tangan Puteh Amin terjatuh saat tengkoraknya diangkat. Warga kembali memungut tulang kaki dan pergelangan tanggan korban untuk disatukan dalam sebuah wadah. “Jasad Nek Puteh telah kami antar ke rumah anaknya Ismail Datom yang masih berada di Desa Ranup Dong juga. Biar segera dimakamkan,” jelasnya.

Dugaan Arsyad, percikan api berasal dari lampu teplok, karena kediaman sederhana milik M. Saleh tidak terpasang lampu penerangan dari aliran listrik. “Perkiraan saya, lampu teplok jatuh dan api menyambar setelah tersentuh tangan Nek Puteh saat merapa-raba, karena penglihatan nenek ini telah rabun, ia terjebak dalam kebakaran,” sebutnya.

Di rumah tersebut, korban menetap berdua dengan putranya, M Saleh. Saat kejadian, anaknya itu tidak berada di lokasi, “mungkin anaknya pergi mencari bulu ijuk,” sebutnya.Kepala BPBD Aceh Barat Saluna Polem, menyatakan pihaknya telah merespon sangat cepat saat menerima informasi insiden kebakaran. ”Itu rumah papan, jadi cepat kali habis terbakar api. Sempat juga api kami padamkan, jika nenek yang korban, beliau telah sangat tua dan tidak mampu leluasa bergerak, makanya terjebak dalam api,” kata Saluna.(den/mai)

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis

Comments are closed.

Baca Lainnya

Aceh Utara Berduka, 226 unit Rumah dan Kedai Rusak

19 July 2024 - 11:35 WIB

Puting Beliung Rusak 53 Rumah Warga Nibong dan Langkahan Aceh Utara

19 July 2024 - 09:59 WIB

Kodim 0102/Pidie Gelar Doa Bersama Peringati Tahun Baru Islam 1446 H

18 July 2024 - 14:06 WIB

Lulus ISBI Aceh Bisa Jadi Guru? Bisa!

17 July 2024 - 14:36 WIB

Jaga Ekosistem Alam, Kodim 0102/Pidie dan Jajaran Semai 3000 Bibit Pohon Keras dan Manggrove

17 July 2024 - 12:44 WIB

Kodim 0102/Pidie Dan Subdenpom IM/1-3 Sigli Periksa Kelengkapan Kenderaan Prajurit

16 July 2024 - 11:57 WIB

Trending di DAERAH