Sengol Teplok, Nek Puteh Hangus Terbakar

PENEMUAN JASAD: Arsyad, Sekdes Desa Ranup Dong Kecamatan Meureubo, Aceh Barat memperlihatkan lokasi penemuan jasad nek Puteh Amin, Meulaboh, Ahad (5/2) malam. DENNY SARTIKA/RAKYAT ACEH

Meulaboh (RA) – Puteh Amin (70), meninggal terbakar setelah rumahnya yang berkonstruksi kayu habis dilahap api. Saat kebakaran di Lorong Durian, Desa Ranup Dong, Kecamatan Meureubo, Aceh Barat itu terjadi, warga setempat dan petugas berjuang keras. Sayangnya, nyawa sang nenek tak terselamatkan.

Lorong yang sempit menuju lokasi serta ramainya warga, membuat petugas pemadam kebakaran kesulitan. Untuk menjinakkan api, dinas kebakaran setempat menurunkan tiga armada. Namun 85 persen rumah menjadi arang dalam peristiwa yang terjadi sekitar pukul 20.00 WIB, Ahad (5/2) itu.

Rumah yang terbakar merupakan milik M Saleh (53), pencari bulu ijuk. Sementara korban merupakan orang tuanya. Sekretaris Desa Ranup Dong, Arsyad (52) yang turut berada di lokasi kejadian, menuturkan, kondisi jasad Puteh Amin tidak dapat dikenali lagi. Bentuk wajah mulai memutih dengan tulang-belulang mulai terlepas dari kulitnya.

Warga sempat histeris ketika tulang kaki dan tangan Puteh Amin terjatuh saat tengkoraknya diangkat. Warga kembali memungut tulang kaki dan pergelangan tanggan korban untuk disatukan dalam sebuah wadah. “Jasad Nek Puteh telah kami antar ke rumah anaknya Ismail Datom yang masih berada di Desa Ranup Dong juga. Biar segera dimakamkan,” jelasnya.

Dugaan Arsyad, percikan api berasal dari lampu teplok, karena kediaman sederhana milik M. Saleh tidak terpasang lampu penerangan dari aliran listrik. “Perkiraan saya, lampu teplok jatuh dan api menyambar setelah tersentuh tangan Nek Puteh saat merapa-raba, karena penglihatan nenek ini telah rabun, ia terjebak dalam kebakaran,” sebutnya.

Di rumah tersebut, korban menetap berdua dengan putranya, M Saleh. Saat kejadian, anaknya itu tidak berada di lokasi, “mungkin anaknya pergi mencari bulu ijuk,” sebutnya.Kepala BPBD Aceh Barat Saluna Polem, menyatakan pihaknya telah merespon sangat cepat saat menerima informasi insiden kebakaran. ”Itu rumah papan, jadi cepat kali habis terbakar api. Sempat juga api kami padamkan, jika nenek yang korban, beliau telah sangat tua dan tidak mampu leluasa bergerak, makanya terjebak dalam api,” kata Saluna.(den/mai)