Aryos Nivada: Nomor Satu Kuasai Debat

Rakyat Aceh

Banda Aceh (RA) – Pasangan calon walikota Banda Aceh nomor urut 1 Illiza Sa’aduddin Djamal-Farid Nyak Umar dinilai lebih menguasai panggung sekaligus materi, baik yang ditanyakan oleh panelis maupun pertanyaan yang diajukan oleh lawan.

Hal itu disampaikan pengamat politik Aceh Aryos Nivada, usai debat kandidat Walikota Banda Aceh periode 2017-2022 di Taman Budaya Banda Aceh, Senin (06/01).
Aryos mengatakan, pasangan calon nomor satu lebih kuat secara subtansi ketimbang pasangan calon nomor dua, hal itu menunjukkan paslon walikota nomor dua belum menguasai materi secara maksimal.

“Begitu juga dengan komunikatif terlihat sekali pasangan nomor satu lebih unggul dibandingkan paslon nomor dua, dan itu menjadi pelajaran bagi pasangan nomor urut dua bahwa mereka juga bisa komunikasi di atas panggung,” ujarnya.

Aryos juga punya beberapa catatan, pertama dalam hal penguasaan materi terlihat sekali, paslon nomor satu jauh lebih unggul dibandingkan paslon nomor dua.

Bahkan beberapa pertanyaan yang ditanyakan paslon satu tidak bisa dijawab, seperti pertanyaan tentang anti kepemimpinan perempuan, walaupun paslon satu sudah menjelaskan secara detail, tapi hal itu tidak bisa dijawab oleh paslon dua.

“Hal lain yang juga saya catat adalah proses komunikatif ada di paslon nomor satu, bagaimana kita melihat pertanyaan mereka jawab sesuai dengan yang dilontarkan panelis, tapi kalau nomor dua terlihat beda jawaban dengan pertanyaan,”ujarnya.

Kuasai Semua Lini

Sementara itu pengamat olahraga Aceh, Khaidir TM mengaku cukup terharu dengan penampilan paslon nomor urut satu, Illiza-Farid karena punya konsep bagus untuk olahraga khususnya sepakbola, terutama lagi menyangkut dengan Persiraja Banda Aceh, sehingga ke depan Persiraja betul-betul professional.

“Debat hari ini cukup bermakna, semua lini dikuasai kandidat nomor satu, baik dari pertanyaan maupun jawaban, mereka sangat menguasai, kalau nomor dua jawabannya meleset dari pertanyaan panelis, ini terlihat wawasan dan pendidikan mereka beda jauh,” lanjut Khaidir yang juga sekretaris PSSI itu.