Anggota Kadin Lhokseumawe Minim

Rakyat Aceh

LHOKSEUMAWE (RA) – Dampak dari industri besar di Aceh, khususnya di Kota Lhokseumawe yang berakhir kontraknya, perekonomi Lhokseumawe semakin terpuruk. Kondisi ini juga berimbas kepada pengusaha okal. Akibatnya dunia usaha menjadi lesu.

“Persoalan ini terbukti dengan minimnya pengusaha di Kota Lhokseumawe yang mendaftar ke Kadin. Pada 2016, hanya 30 badan usaha yang mendaftar, padahal 2012 lalu mencapai ratusan badan usaha yang mendaftar ke Kadin,” ujar Husaini Setiawan, Ketua Kadin Kota Lhokseumawe, kemarin.

Untuk itu, katanya, Kadin Lhokseumawe masih memerlukan perhatian dan pembinaan dari Pemerintah Kota Lhokseumawe untuk terus diikutsertakan dalam proses pembangunan, khususnya keikutsertaan Kadin Lhokseumawe dalam setiap proses tender pelelangan barang dan jasa.

Apalagi, lanjut Husaini, melihat dalam tahun sebelumnya Pemerintah Pusat telah melakukan upaya-upaya peningkatan laju pertumbuhan ekonomi melalui berbagai paket kebijakan ekonomi dan penerapan tax amnesty yang terbukti mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional hingga 5,3 persen dan mengeluarkan Indonesia dari krisis ekonomi.

Dan secara khusus Presiden Jokowi juga memberikan perhatian khusus pada perekonomian Kota Lhokseumawe dengan implementasi pembangunan seperti peresmian pembangkit listrik tenaga mesin gas (PLTMG) Arun 184 MW.

“Implementasi tersebut bertujuan untuk meningkatkan perekonomian di Kota Lhokseumawe dan dengan hadirnya kembali industri industri tersebut akan mendorong tumbuhnya usaha-usaha kecil masyarakat di sekitarnya. Dan semakin meningkatkan pengusaha di Kota Lhokseumawe, sehingga badan usaha untuk masuk anggota Kadin akan terus meningkat,” ujarnya. (msi/ara)