Diduga Karena Pemberitaan, Adik Geuchik Tinju Wartawan

Personel Polsek Simpang Kiri saat memintai keterangan Ramona wartawan yang dipukul/Ra

SUBULUSSALAM (RA) –  Diduga karena pemberitaan, seorang wartawan mingguan yang bernama Ramona ditinju yang diduga dilakukan oleh Adik Geuchik Suak  Jampak, Kecamatan Rundeng, Kota Subulussalam, Senin (6/2) sekira pukul 20.00 WIB.

Ramona menceritakan awal terjadinya pemukulan itu, bakda magrib Geuchik bersama satu orang kawannya mendatangi rumah Ramona dan meminta bertemu di luar. Namun, Ramona enggan mengikuti permintaan Geuchik tersebut karena dirinya mengantarkan makanan untuk anaknya yang berada di pesantren. Sepulangnya dari pesantren, Geuchik yang bernama Sahrul itu kembali menelpon korban dan meminta  bertemu disalah satu warung tepatnya dijalan Teuku Umar, Kecamatan Simpang Kiri.

Sesampainya di warung, Korban bertemu dengan Sahrul dan berbincang terkait pemberitaan dugaan asusila yang dilakukan Sahrul dengan seorang wanita di wilayah Kecamatan Penanggalan beberapa minggu lalu supaya diralat dan korban bersedia. Sedang asik berbincang, tiba-tiba ada seorang dari belakang meninju korban dan mengenai dibagian telinga dan pelipis mata yang sehingga mengalami memas yang diduga dilakukan rekan Sahrul saat mendatangi rumah korban sebelumnya.

Cek cok pun terjadi dan Sahrul berusaha merelai agar tidak terjadi keributan di warung tersebut “ setelah tenang, Sahrul sempat berkata, itu adik saya dan dia agak emosi orangnya “ kata Ramona menirukan perkataan Sahrul, kepada rakyataceh, Selasa (7/2).

Atas kejadian itu, Ramona bersama sejumlah rekan wartawan lainnya membuat pengaduan ke Mapolsek Simpang Kiri  dengan surat tanda bukti laporan nomor : STBL/16/I/2017/SPKT “ ini namanya penghalangan profesi jurnalis, dan saya meminta kepada pihak kepolisian untuk segera memproses “ kata Ramona usai membuat laporan.

Kapolsek Simpang Kiri, AKP Dede Kurniawan mengatakan bahwa pihaknya akan segera memproses laporan korban dan selanjutnya akan memanggil yang bersangkutan “ segera kita proses dan selanjutnya akan kita panggil orang yang terlibat “ kata Dede Kurniawan.

Terpisah, Geuchik Suak Jampak, Sahrul membantah keras terkait tudingan pemukulan terhadap korban ada kaitannyanya dengan pemberitaan sebelumnya.Mengenai pertemuan itu, Sahrul mengaku tetapi untuk meminta supaya berita itu diralat. Bahkan kata Sahrul, dia sendiri tidak mengetahui siapa yang memukul korban saat mereka berada di warung pada malam itu.

“ saya sendiri terkejut karena kami berbincang bersama korban santai-santai saja tak ada ketegangan, karena saya hanya meminta berita itu dilarat dan korban juga bersedia. Tiba-tiba ada seseorang memukul dari belakang, bahkan saya berusaha melerai mereka. Tidak betul yang memukul itu adik saya “ bantah Sahrul (lim)