Menu

Mode Gelap
Korban Erupsi Gunung Marapi Ditemukan 1,5 Km dari Kawah Cak Imin Resmikan Posko Pemenangan Musannif bin Sanusi (MBS) Perangkat Desa Sekitar Tambang Tantang Asisten Pemerintahan dan Dewan Lihat Objektif Rekrutmen Pekerja PT AMM Golkar Aceh Peringati Maulid Nabi dan Gelar TOT bagi Saksi Pemilu Ratusan Masyarakat Gurah Peukan Bada Juga Rasakan Manfaat Pasar Murah

INTERNASIONAL · 9 Feb 2017 13:15 WIB ·

Tawarkan Hadiah Ratusan Juta demi Informasi Pembakar Masjid


 Tawarkan Hadiah Ratusan Juta demi Informasi Pembakar Masjid Perbesar

Harianrakyataceh.com – Penyelidikan atas masjid yang terbakar di Victoria, Texas, Amerika Serikat, masih berlangsung. Kesimpulan pertama yang dinyatakan kebenarannya dan dirilis Biro Alkohol, Cerutu, Api, dan Peledak (Bureau of Alcohol, Tobacco and Firearms and Explosives – ATF) memastikan kalau kebakaran iti disengaja.

Kebakaran terjadi pada 28 Januari waktu setempat. Seorang staf toko yang dekat dengan lokasi kejadian menelepon polisi pukul 02.00 waktu setempat dan mengatakan kalau ada asap tebal dari dalam masjid. Tak lama setelah itu, api membesar dan melalap sebagian besar bangunan masjid. Kerugian kebakaran yang terjadi selama empat jam itu USD 500 ribu (setara Rp 6,6 miliar).

”Tempat ibadah adalah tempat paling suci di negara ini. Dan ATF berkomitmen untuk menyelesaikan kasus ini,” kata Fred Milanowski penyelidik khsusu ATF dari Divisi Lapangan Houston. ”Kami bekerja sama dengan otoritas setempat dan partner untuk penyelidikan ini. Dan, meminta semua informasi dari masyarakat mengenai kebakaran ini,” sambungnya.

Tak hanya itu, ATF, bersama Masjid Islamic Center Victoria dan Crime Stoppers menawarkan imbalan USD 30 ribu (sekitar Rp 398 juta) bagi mereka yang memberikan informasi mengenai pelaku pembakaran. ”Kami sangat prihatin dengan kenyataan kalau kebakaran sengaja dilakukan dan pembakaran dengan arson artinya ada indikasi motif khusus dari pelaku,” kata Ibrahim Hooper, Direktur Komunikasi Nasional Dewan Hubungan Amerika-Islam.

Ditambahkan Hooper, jumlah masjid yang menjadi target pelaku kejahatan di AS semakin meningkat setelah pemilihan presiden pada November. ”Tahun 2016 adalah tahun terburuk untuk masjid-masjid di AS,” sambungnya.

Masjid di Victoria itu sendiri tidak memiliki asuransi. Kepada ABC, presiden Islamic Center Victoria Shahid Hashmi mengatakan kalau mereka mendapatkan sumbangan sampai USD 1 juta (setara Rp 13,3 miliar) untuk memperbaiki masjid.

Islamic Center Victoria menjadi tempat berkumpul masyarakat dari berbagai latar belakang agama untuk mengenal Islam. Saat Ramadan, banyak warga yang bukan muslim ikut menyumbang makanan untuk berbuka puasa. Selain itu, setiap malam Jumat ada acara makan bersama yang bisa diikuti warga bukan non-muslim. (ABC/tia)

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Penulis

Comments are closed.

Baca Lainnya

Dua Pekerja Asal Aceh Dipulangkan dari Malaysia Karena Sakit, Haji Uma Turut Bantu Biaya

13 June 2024 - 22:23 WIB

Perjuangan Ayat Suci Mengikuti Tes Tamtama Polri Memakai Sepatu Koyak

13 June 2024 - 19:33 WIB

India Protes Atas Terjadinya Gol Kontroversial Qatar di Kualifikasi Piala Dunia 2026

13 June 2024 - 14:57 WIB

Cair, Gaji ke-13 dan Tunjangan Tambahan Penghasilan Pegawai ASN Aceh Besar

13 June 2024 - 14:56 WIB

Disdik Aceh Canangkan Zona Integritas WBK dan WBBM untuk Tingkatkan Mutu Pendidikan

13 June 2024 - 08:08 WIB

Berhasil Tekan Laka Lantas secara Kolaboratif, Ditlantas Polda Aceh Dapat Penghargaan

12 June 2024 - 15:37 WIB

Trending di UTAMA