Tertidur di Perjalanan Pulang Penumpang Bus Lecehkan Mahasiswi

ilustrasi (ist)

LHOKSEUMAWE (RA) – Nasib sial menimpa mahasiswi cantik berinisial Is (20) asal Medan Denai, Sumatera Utara. Dalam perjalanan pulang dari Medan, Sumatera Utara menuju Kota Lhokseumawe menumpangi sebuah Bus, dilecehkan seorang penumpang pria.

Informasi diterima Rakyat Aceh, saat tertidur dirinya dilecehkan laki- laki setengah abad berinisial Hs, kemudian diketahui adik ipar salah seorang pejabat di Lhokseumawe, sekitar pukul 05.00 WIB pada Senin (6/2) lalu.

Tidak hanya itu, setelah membuat perbuatan bejat dengan memegang kemaluan korban yang sedang tertidur, tersangka langsung mencoba melarikan diri. Namun dikarenakan sebelumnya oleh sopir diamankan, tersangka pelecehan itupun berhasil diketemukan.

Adapun kronologis kejadian, pada saat itu Senin (6/2) malam, IS menumpangi Bus Kurnia untuk pulang Ke Lhokseumawe. Dalam perjalanan Medan menuju Lhokseumawe, korban bersebelahan duduk dengan pelaku cabul tersebut.

Awalnya tersangka hanya sekedar menggoda namun berlanjut dengan upaya pelecehan. Korban sebelumnya sempat memperingatkan bahkan membentak terhadap prilaku yang tidak senonoh itu. Namun seakan pelaku tidak mengubrisnya, dan perbuatan pelecehan seksual itupun terus dicoba tersangka, dalam perjalanan Medan menuju Kota Lhokseumawe.

Merasa tidak nyaman itu, mahasiwi cantik itupun mencoba melaporkan kepada sang sopir, dan kemudian mencoba mendamaikannya. Bahkan sopir sempat ingin menurunkan pelaku ditengah jalan.

“Pada pagi itu pelaku turun bersamaan dengan saya di depan Mesjid Cunda, dan ingin shalat subuh. ketika keluarga saya datang menjumpai, dia telah pergi meninggalkan mesjid,” kata Mahasiswi ini kepada Rakyat Aceh, kemarin.

Dan kasus inipun telah dilaporkan kepada pihak kepolisian setempat, dengan Tanda Bukti Lapor Nomor : TBL /78/II/2017 Aceh / Res Lsmw, pada Senin (6/2) kemarin.

Disisi lain, menurut keterangan abang korban, setelah kejadian itu adiknya lebih menutup diri dan tidak ceria seperti biasanya. Disisi lain, kasus tersebut juga telah dilaporkan kepada pihak LSM Asosiasi Perempuan Indonesia Untuk Keadilan (APIK). (val/arm/min)