Jembatan Rangka Baja Peudada Putus Lintas Banda Aceh-Medan Terancam Lumpuh Total

Sejumlah kenderaan melintas di jembatan rangka baja Peudada, Kamis (9/2). RAKYAT ACEH/RAHMAT HIDAYAT

BIREUEN (RA) – Kerusakan berat jembatan Krueng Tingkeum Kutablang harus segera diperbaiki, karena dikhawatirkan keterlambatan akan berakibat dengan putusnya arus transportasi jalur lintas Banda Aceh ke Medan dan sebaliknya.Hal itu diungkapkan Kapolres Bireuen AKBP Heru Novianto,SIK karena di Kecamatan Peudada Bireuen tidak ada jalur alternatif sewaktu-waktu dapat dipakai untuk menyeberangi sungai.

“Apabila jembatan rangka baja di jalur lintas Banda Aceh-Medan tersebut mendadak putus, otomatis jalur darat diruas jalan nasional itu lumpuh total. Pihak berwenang diharapkan membangun jalur penghubung. Harus segera dibongkar untuk dibangun baru,” tandas AKBP Heru Novianto saat meninjau jembatan rangka baja sudah rusak berat membentang miring diatas Krueng Tingkeum Kutablang.

“Kalau sampai jembatan rangka baja Peudada putus habis kita, sama sekali tidak ada jalur alternatif yang bisa dilalui kendaraan,” kata Kapolres Bireuen seraya berharap kondisi tersebut dapat menjadi perhatian dari Kepala Balai PPJN Banda Aceh

Kepala Balai PPJN Banda Aceh Ir Faturrahman, M.Si yang ikut meninjau mengatakan, untuk menyediakan jalur penghubung menyeberangi Krueng (sungai-red) Peudada itu, pihaknya segera membuat desainnya terlebih dahulu untuk dibangun jembatan lain disekitarnya.

Sementara keterangan diperoleh Rakyat Aceh, jembatan rangka baja Peudada dengan sungai di bawah menjadi lintasan boat dan kapal nelayan panjang 240 meter itu perlu perhatian pemerintah. “Saat malam hari kondisi jalan dalam jembatan gelap-gulita, butuh lampu penerangan untuk memberi kenyamanan bagi pelintas,” ujar M Nur warga Peudada kepada Rakyat Aceh.

Bukan itu saja, amatan dan keterangan diperoleh akibat banjir bandang belum lama ini, tanah tanggul berada dibawah jembatan bagian timur pilar tiang jembatan dibangun lebih 25 tahun silam, kembali amblas seluas dua meter. “Mencegah kerusakan jembatan dan erosi terus meluas, pemerintah diharap membangun tanggul batu gajah mengatasi erosi bantaran sungai untuk melindungi jembatan dan kerusakan meluas ke Pusat Pendaratan Ikan (PPI) Peudada,” ungkap Sulaiman (39) dan Poni (30) warga Peudada ditanyai Rakyat Aceh, Jumat (27/1) pagi ditemui dibawah jembatan rangka baja Peudada.

Wakil Ketua DPRK Kabupaten Bireuen Muhammad Arif mengatakan, Peudada salah satu kecamatan di Bireuen rawan banjir dan membutuhkan pembangunan jangka panjang penanggulangan banjir. Termasuk pembangunan saluran ditepi jalan Banda Aceh-Medan dan bantaran sungai mengancam rusak jembatan rangka baja, PPI Peudada dan mesjid Kecamatan Peudada.

Dikatakannya, saat banjir bandang seperti terjadi beberapa belum lama ini, luapan air dari Krueng Peudada meluap masuk ke dalam pemukiman di Meunasah Pulo dan sekitarnya melalui aliran sungai lama dibelakang masjid kecamatan Peudada karena sudah tidak jauh lagi jaraknya dari aliran sungai.

Selain itu perlu dibangun jembatan dan jalan penghubung atau jalur alternatif dari desa berada dibagian timur dan barat Krueng Peudada. “Apabila sewaktu-waktu jembatan Peudada itu rusak atau putus maka sama sekali tidak ada jalur lain bisa dilalui kenderaan seberang sungai,” pungkas Wakil Ketua DPRK Bireuen. (Rahmat Hidayat)