ist

ACEH UTARA (RA) – Kepolisian Resort (Polres) Aceh Utara menyatakan siap perang melawan peredaran narkoba. Tak hanya bandar dan pengedar, komitmen memberantas narkoba di wilayah hukum Polres Aceh Utara juga akan diterapkan kepada pengguna.

“Peredaran gelap narkoba hingga kini masih menjadi persoalan serius dan menjadi pekerjaan rumah untuk diselesaikan. Narkoba bukan identik dengan remaja maupun orang tua saja, namun sudah merambah ke anak–anak hingga berbagai instansi.”Demikian disampaikan Kapolres Aceh Utara, AKBP Ahmad Untung Surianata kemarin. Penegasan ini disampaikannya setelah sebelumnya, Selasa (7/2) pihaknya berhasil menangkap 2 Kg Sabu.

“Kini kita kembali berhasil menangkap 45 bal ganja kering yang dibawa mengunakan mobil Honda Jazz dan satu tas ransel berisikan 4 bal ganja kering yang dibawa mengunakan sepeda motor,” kata Kapolres, Sabtu (11/2). Dikatakannya, penangakapan puluhan bal ganja kering itu terjadi dalam Razia yang dilakukan di depan Mapolres setempat, Jumat (10/2) sekitar pukul 16.30 WIB. Saat dihentikan, dalam mobil Honda jazz warna silver B 1941 EMN yang berisi dua orang, masing-masing IA (38) asal Desa Meutara, dan DW (26), asal Desa Bintara, Aceh Jaya.

Adapun, Mur (40), pemilik 4 bal ganja kering merupakan warga Gampong Cek Mbon, Kecamatan Peureulak, Aceh Timur, ditangkap polisi di kawasan Gampong Alue Bili, Kecamatan Baktiya, Aceh Utara. “Ketiga tersangka dan barang bukti ganja telah kita amankan di Mapolres guna pengembangan lebih lanjut, begitu juga mobil Jazz ditumpangi pelaku, dan sepmor merk Yamaha,” katanya.

Dijelaskan, pada saat ditangkap Mur sempat ingin mencoba melarikan diri dan mencoba membuang tas ransel tersebut. Bahkan tersangka meninggalkan sepeda motornya di pinggir jalan, lalu melarikan diri dengan jalan kaki.” Petugas yang mengejar kemudian melepaskan tiga kali tembakan ke udara, tapi tidak diindahkan. Akhirnya tersangka berhasil diringkus juga,” terangnya. Lebih lanjut, dari informasi keterangan tersangka Mur barang haram itu dibeli di Kecamatan Sawang, dengan harga Rp300 ribu perbal dan akan dijual lagi dalam paket kecil. Potong Jari

Kapolres menambahkan, pengedar narkotika yang tertangkap di wilayah hukum Polres Aceh Utara, akan mendapatkan hukuman khusus dari Kapolres Aceh Utara, AKBP Ahmad Untung Surianata. Hukuman berupa pemotongan jari tangan dan jari kaki. Bahkan tidak terkecuali si pengedar maupun bandar juga menerima hukuman pemotongan kaki dan tangan.

“Saya telah meminta bupati untuk mengeluarkan peraturan atau Qanun pemotongan jari kaki dan jari tangan hingga kaki serta tangan bagi pengedar narkoba yang tertangkap dalam wilayah hukum Polres Aceh Utara,” terangnya.

Hal ini menurut Kapolres, untuk memberi sanksi jera kepada mafia narkoba, dikarnakan dapat merusak generasi bangsa. Di sisi lain, modus dilakukan para bandar narkoba untuk menyeludupkan narkoba beraneka ragam, baik modus menggunakan kemasan makanan, diselipkan dipakaian serta lain sebagainya. (val/arm/ara)