Tiga Hari Jelang Pilkada KIP Keluarkan Empat Larangan

KONFERENSI PERS: Ketua KIP Aceh, Ridwan Hadi (tiga kanan), Wakil Ketua KIP Aceh, Basri M Sabi (dua kiri), Ketua Panwaslih Aceh, Samsul Bahri (tiga kiri) dan Kapolresta Banda Aceh, T Saladin (dua kanan) saat menggelar konferensi pers terkait larangan melaksanakan kegiatan kampenye pada masa tenang di Media Center KIP Aceh, Banda Aceh, Ahad (12/2). MURTI ALI LINGGA/RAKYAT ACEH

BANDA ACEH (RA) – Komisi Independepen Pemilihan Aceh (KIP) Aceh dan Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Aceh mengeluarkan peringatan atau imbauan pada seluruh Pasangan Calon (Paslon) Gubernur dan Wakil gubernur, walikota dan wakil walikota/bupati dan wakil bupati dan tim sukses Paslon untuk tidak melakukan kampanye dalam bentuk apapun pada masa tenang.

Ketua KIP Aceh, Ridwan Hadi, mengatakan, dikeluarkannya imbauan ini bertujuan untuk menjaga kondisi keamanan dan ketertiban pelaksanaan Pilkada Aceh. Di samping masa kampanye kepala daerah sudah berakhir sesuai jadwal yang telah ditentukan.
“Ini untuk menjaga kondusifitas dan keamanan pelaksaan Pilkada Aceh. Bagaimana dalam masa tenang ini, kita mampu membuat dan menjaga kondusifitas situasi keamanan yang saat ini sudah terwujud, mari sama-sama kita jaga. Jangan sampai hilang,” kata Ridwan Hadi di Media Center KIP Aceh, Banda Aceh, Ahad (12/2).
Ia menjelaskan, terwujudnya keamanan di Aceh perlu mendapatkan partisipasi dan dukung masyarakat luas dan semua lapisan elemen.
“Ini dalam rangka mensukseskan dan Pilkada Aceh berlangsung damai. KIP Aceh, pemangku kepentingan dan masyarakat tentu menginginkan pelaksanaan Pilkada di Aceh Aman,” ujarnya.
Ridwan menambahkan, apa yang ia lakukan dengan Panwaslih Aceh itu semoga dapat memberikan manfaat dan pemahaman pada para calon kepala daerah agar tidak melakukan pelanggaran di masa tenang. Selama ini pihaknya telah berusaha menjalankan tanggungjawab sesuai tupoksi kerja yang diamanatkan undang-undang.
“Mudah-mudahan ini bermanfaat dalam penyelenggaraan Pilkada di Aceh. Kita (KIP Aceh) menjalankan tugas sudah sesuai tupoksi kerja,” imbuhnya.
Menurutnya, jika kondisi keamanan di Aceh bisa tercipta dan dijaga dengan baik, maka setiap proses Pilkada yang berlangsung bisa berjalan dengan tertib, aman dan lancar. Bahkan, Aceh bisa memutarbalikkan anggapan dan keluar dari kategori daerah kedua paling rawan.
“Kita berusaha untuk membalikkan fakta atau (melepaskan) predikat itu,” sebutnya lagi.
Sementara itu, Ketua Panwaslih Aceh, Samsul Bahri, menambahkan, pihaknya juga sudah mengeluarkan imbauan atau surat larangan untuk tidak melakukan kegiatan kampanye pada masa tenang. Hal ini terdapat pada surat bernomor 290 /Panwaslih Aceh/II/ 2017 tentang larangan melakukan kegiatan kampanye.
“Bahwa berdasarkan keputusan KIP Aceh Nomor 25 /Kpts/KIP Aceh/Tahun 2016 tentang perubahan atas kedua Keputusan KIP Aceh nomor 1 tahun 2016 tentang tahapan, program dan jadwal penyelenggaraan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh tahun 2017, menyebutkan masa tenang tanggal 12-14 Februari 2017,” kata Samsul.
Samsul menjelaskan, jika para Paslon melanggar dengan melakukan kampanye pada masa tenang tersebut bisa dikenakan sanksi berupa pembatalan sebagai calon kepada daerah. Karena hal itu sudah diatur secara jelas dan gamblang diatur dalam undang-undang.
“Sebagaimana dimaksud angka 4 huruf b dikenai sanksi pembatalan sebagai calon oleh KPU provinsi/KIP Aceh atau KPU/KIP kabupaten/kota,” tegasnya.(mag-68/mai)