Ketua KIP Simeulue Diberhentikan, DKPP Putuskan Junaidi Melanggar

DIBERHENTIKAN: Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) memberhentikan Junaidi dari jabatannya sebagai ketua KIP Kabupaten Simeulue, Provinsi Aceh, Senin (13/2). FOR RAKYAT ACEH

BANDA ACEH (RA) – Ketua Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kabupaten Simeulue, Junaidi, diberhentikan sementara oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) karena melanggar kode etik penyelenggaraan pemilu.

Komisioner KIP Aceh, Robby Syah Putra, mengatakan, pencopotan sementara Ketua KIP Simeulue diputuskan setelah adanya aduan dari salah satu pasangan calon bupati. Akibatnya, Junaidi diberhentikan hingga adanya penetapan hasil Pilkada.

“Penonaktifan ketua KIP Simeulue akibat adanya laporan kode etik,” kata Robby pada wartawan di Pelabuhan Ule Lheue, Banda Aceh, usai memantau distribusi logistik Pilkada ke Pulau Aceh, Selasa (14/2).

Robby menjelaskan, status Junaidi resmi diberhentikan sebagai ketua KIP Simeulue setelah dikeluarkannya Surat Keputusan (SK) pemberhentian dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI. Atas keputusan DKPP tersebut pihak KPU sedang menindak lanjuti dan memproses non aktif Junaidi.

“Pemilih ketua baru nanti apakah dilakukan setelah Pilkada itu sangat tergantung KPU Pusat. Mungkin dalam waktu dekat ini sudah keluar untuk diberhentikan sementara sampai Pilkada selesai,” ujarnya.

Menurutnya, meski ketua KIP diberhentikan, KIP Aceh memastikan pelaksanaan Pilkada di Simeulue dapat berjalan dengan lancar. Karena masih ada empat komisoner lainnya yang tetap bekerja seperti biasa. “Kita pastikan tidak mengganggu proses Pilkada di Simeulue,” pungkasnya.

Sebelumnya Junaidi diadukan ke DKPP oleh pasangan calon Bupati Simeulue, Erli Hasyim dan Afridawati melalui kuasa hukum Bahrul Ulum, perihal memberikan data tidak benar terkait visi pengadu pada media cetak yang dimuat pada 2 November 2016. Kemudian pada sidang kode etik yang digelar DKPP di Gedung Bawaslu, Jakarta, Junaidi dinilai telah telah terbukti melanggar kode etik penyelenggara Pemilu.(mag-68/mai)