Menu

Mode Gelap
Korban Erupsi Gunung Marapi Ditemukan 1,5 Km dari Kawah Cak Imin Resmikan Posko Pemenangan Musannif bin Sanusi (MBS) Perangkat Desa Sekitar Tambang Tantang Asisten Pemerintahan dan Dewan Lihat Objektif Rekrutmen Pekerja PT AMM Golkar Aceh Peringati Maulid Nabi dan Gelar TOT bagi Saksi Pemilu Ratusan Masyarakat Gurah Peukan Bada Juga Rasakan Manfaat Pasar Murah

POLITIKA · 15 Feb 2017 08:00 WIB ·

Ketua KIP Simeulue Diberhentikan, DKPP Putuskan Junaidi Melanggar


 DIBERHENTIKAN: Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) memberhentikan Junaidi dari jabatannya sebagai ketua KIP Kabupaten Simeulue, Provinsi Aceh, Senin (13/2).
FOR RAKYAT ACEH Perbesar

DIBERHENTIKAN: Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) memberhentikan Junaidi dari jabatannya sebagai ketua KIP Kabupaten Simeulue, Provinsi Aceh, Senin (13/2). FOR RAKYAT ACEH

BANDA ACEH (RA) – Ketua Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kabupaten Simeulue, Junaidi, diberhentikan sementara oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) karena melanggar kode etik penyelenggaraan pemilu.

Komisioner KIP Aceh, Robby Syah Putra, mengatakan, pencopotan sementara Ketua KIP Simeulue diputuskan setelah adanya aduan dari salah satu pasangan calon bupati. Akibatnya, Junaidi diberhentikan hingga adanya penetapan hasil Pilkada.

“Penonaktifan ketua KIP Simeulue akibat adanya laporan kode etik,” kata Robby pada wartawan di Pelabuhan Ule Lheue, Banda Aceh, usai memantau distribusi logistik Pilkada ke Pulau Aceh, Selasa (14/2).

Robby menjelaskan, status Junaidi resmi diberhentikan sebagai ketua KIP Simeulue setelah dikeluarkannya Surat Keputusan (SK) pemberhentian dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI. Atas keputusan DKPP tersebut pihak KPU sedang menindak lanjuti dan memproses non aktif Junaidi.

“Pemilih ketua baru nanti apakah dilakukan setelah Pilkada itu sangat tergantung KPU Pusat. Mungkin dalam waktu dekat ini sudah keluar untuk diberhentikan sementara sampai Pilkada selesai,” ujarnya.

Menurutnya, meski ketua KIP diberhentikan, KIP Aceh memastikan pelaksanaan Pilkada di Simeulue dapat berjalan dengan lancar. Karena masih ada empat komisoner lainnya yang tetap bekerja seperti biasa. “Kita pastikan tidak mengganggu proses Pilkada di Simeulue,” pungkasnya.

Sebelumnya Junaidi diadukan ke DKPP oleh pasangan calon Bupati Simeulue, Erli Hasyim dan Afridawati melalui kuasa hukum Bahrul Ulum, perihal memberikan data tidak benar terkait visi pengadu pada media cetak yang dimuat pada 2 November 2016. Kemudian pada sidang kode etik yang digelar DKPP di Gedung Bawaslu, Jakarta, Junaidi dinilai telah telah terbukti melanggar kode etik penyelenggara Pemilu.(mag-68/mai)

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Penulis

Comments are closed.

Baca Lainnya

ISBI Aceh Beri Ruang Seniman dan Budayawan Raih Gelar Sarjana

16 July 2024 - 20:12 WIB

Presiden Jokowi Transit di Aceh Sebelum Bertolak ke Abu Dhabi

16 July 2024 - 18:03 WIB

Pimti Kemenkumham Aceh Hadiri Rakordal Program Dukman Tahun 2024

16 July 2024 - 15:52 WIB

Waskita Karya Bangun Lapangan Pacu Kuda Persiapan PON Aceh – Sumut

16 July 2024 - 15:40 WIB

AKN Aceh Barat dan DSI Gelar Pelatihan Sembelih Ayam Halal

16 July 2024 - 15:11 WIB

Polres Aceh Besar Gelar Farewell Parade dan Tradisi Pedang Pora dalam Rangka Lepas Sambut Jabatan Kapolres

16 July 2024 - 06:17 WIB

Trending di METROPOLIS