AMANKAN : Dua kotak suara Pilgub Aceh dan Pilbup Pidie, dibawa ke Mapolsek Simpang Tiga, Kabupaten Pidie, setelah sejumlah saksi protes dugaan double pencoblosan surat suara oleh warga, Rabu (15/2).

BANDA ACEH (RA) – Pelaksanaan pemilihan gubernur dan wakil gubernur Aceh, bupati dan wakil bupati berlangsung di 9.592 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di seluruh Aceh, termasuk di lembaga permasyarakatan berlangsung lancar.

Meski begitu, berdasarkan pantauan wartawan Harian Rakyat Aceh ada beberapa insiden kecil terjadi di kabupaten/kota seperti terjadi di kabupaten Pidie dan kabupaten Aceh Barat.

Di kabupaten Pidie, sejumlah pemilih di Gampong Nien, Kecamatan Simpang Tiga, Kabupaten Pidie, melakukan protes atas dugaan adanya double pencoblosan kertas suara di Tempat Pemilihan Suara (TPS) desa tersebut.

Aksi tersebut dipicu saat seorang warga ketahuan saksi calon melakukan pencoblosan sebanyak dua kali, akibatnya saksi dari pihak Cabup Pidie nomor urut 2 dan Pilgub Aceh nomor urut 6, meminta dilakukan pemilihan ulang di TPS tersebut. Setelah dilakukan mediasi kedua belah pihak, proses Pilkada kembali dilanjutkan.

Anggota Panitia Pengawas Pemilihan Kecamatan (Panwascam) Simpang Tiga, Samsuir, Kepada Rakyat Aceh, membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya laporan yang dia terima, seorang warga dilihat oleh saksi mencoblos sebanyak dua kertas suara sekali dalam sekali coblos, namun saat ditanyai warga tersebut mengaku mencoblos milik istrinya yang sedang sakit di rumah.

Akibatnya saksi paslon Bupati Pidie nomor urut 2 dan Gubernur Aceh nomor urut 6, meminta pemilihan ulang di TPS tersebut, namun setelah dilakukan mediasi yang melibatkan TNI dan Polri, di Mapolsek Simpang Tiga, proses perhitungan suara tetap dilanjutkan.

“Iya, ada tiga orang laporan ke saya, sudah selesai, pencoblosan double oleh satu orang. Alasannya punya istri, diwakili karena sakit, tapi sudah selesai masalahnya tadi di Polsek, proses perhitungan tetap lanjut,” Terangnya.

Wakapolres Pidie, Kompol Tirta Alam, kepada Rakyat Aceh, mengatakan “kasus tersebut hanya mis komunikasi, proses Pilkada tetap dilanjutkan, sudah dilakukan mediasi bersama di Mapolsek tadi,” tambahnya. (zia/den/ibi/mai)