Menu

Mode Gelap
Korban Erupsi Gunung Marapi Ditemukan 1,5 Km dari Kawah Cak Imin Resmikan Posko Pemenangan Musannif bin Sanusi (MBS) Perangkat Desa Sekitar Tambang Tantang Asisten Pemerintahan dan Dewan Lihat Objektif Rekrutmen Pekerja PT AMM Golkar Aceh Peringati Maulid Nabi dan Gelar TOT bagi Saksi Pemilu Ratusan Masyarakat Gurah Peukan Bada Juga Rasakan Manfaat Pasar Murah

INTERNASIONAL · 17 Feb 2017 04:54 WIB ·

Begini Cara Intelijen Korut Beroperasi di Indonesia, Manfaatkan Restoran di Jakarta


 Kim Jong-nam (kiri) dan Kim Jong-un (AP PHOTO) Perbesar

Kim Jong-nam (kiri) dan Kim Jong-un (AP PHOTO)

Harianrakyataceh.com – Kasus pembunuhan atas warga Korea Utara (Korut) bernama Kim Jong-nam yang disebut-sebut sebagai kakak tiri Kim Jong-un di Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA), Senin (13/2) begitu mengejutkan dunia. Terlebih masyarakat Indonesia. Pasalnya, salah satu tersangka pembunuhan saudara pemimpin Korea Utara itu adalah seorang WNI bernama Situ Aisyah.

Kini berkembang kabar bahwa Siti Aisyah merupakan agen dari lembaga telik sandi Korea Utara. Dia sengaja direkrut dan diberi misi untuk menghabisi Jong-nam.

Laman The Star Malaysia melaporkan, lembaga intelijen Korut yang dikenal dengan sebutan Reconnaissance General Bureau (RGB) sudah lebih dari dua dekade beroperasi di Malaysia, Singapura dan Indonesia. Sumber di kalangan intelijen menyebut operasi RGB di tiga negara itu merupakan jaringan terbesar di luar Korut. RGB disebut-sebut lebih memilih beroperasi di Malaysia dan Singapura. RGB pula yang mengelola operasi klandestin negeri yang beribu kota di Pyongyang itu.

Untuk menutupi operasi RGB di ketiga negara itu maka mereka biasanya menggunakan agen-agen yang menyamar sebagai insinyur, konsultan teknik konstruksi, hingga membuka restoran Korea. “Mereka menggunakan restoran sebagai front utama untuk melakukan kegiatan intelijen dan pengawasan, menyasar politikus Jepang dan Korea Selatan, diplomat, petinggi perusahaan dan pengusaha,” ujar sumber The Star.

RGB berada di bawah kendali Kementerian Keamanan Negara dan melaporkan hasil kerjanya langsung ke Kim Kong-un. Di Indonesia, agen-agen RGB juga mengoperasikan pabrik-pabrik tekstil termasuk di Jakarta. “Salah satunya terletak di atas sebuah restoran Korea Utara di pusat Jakarta yang menjadi bagian dari kantor RGB di Indonesia,” ujar sumber itu.

Dan untuk membiayai jaringan yang rumit, RGB juga menyelundupkan narkoba. Salah satu yang terungkap adalah penyelundupan 125 kilo heroin ke Australia menggunakan kapal dagang bernama Pong Su pada 2003.

Sumber itu menyebut penyelidikan oleh kepolisian Australia mengungkap bahwa RGB menggunakan Port Klang yang dikenal sebagai pelabuhan laut utama di Selangor, Malaysia sebagai tempat transit narkoba. Narkoba dibedah dan dikemas ulang di Port Klang untuk diselundupkan ke negara lain.

Sumber itu juga menuturkan, RGB pada awal 2000-an menggunakan Malaysia sebagai tujuan untuk mengubah rute pergerakan bahan-bahan kimia berbahaya termasuk untuk membuat gas saraf ke ibu kota Korut, Pyongyang melalui Tiongkok. (ara/jpnn/jpg) 

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

Comments are closed.

Baca Lainnya

Kecelakaan Helikopter Tewaskan Presiden Iran Ebrahim Raisi, Mungkinkah Sabotase Israel?

20 May 2024 - 19:17 WIB

Said Mulyadi-Saiful Anwar Didukung Gerindra Pidie Jaya

20 May 2024 - 16:57 WIB

Ini Profil Presiden Iran yang Meninggal pada Usia 63 Tahun usai Jadi Korban Kecelakaan Helikopter

20 May 2024 - 14:51 WIB

Biadab! Pasukan Israel Serbu dan Larang Adzan Masjid Ibrahimi di Hebron

19 May 2024 - 15:15 WIB

Pasangan H2D Deklarasi Maju Jalur Independen

18 May 2024 - 20:25 WIB

Serangan Pejuang Palestina Kian Mematikan

18 May 2024 - 06:33 WIB

Trending di INTERNASIONAL