Rekapitulasi Nyaris Ricuh, Seratusan Polisi Amankan Kantor Camat

NYARIS RICUH: Bupati Aceh Singkil, Syafriadi berbincang dengan pihak keamanan didampingi puluhan pendukungnya yang menunggu proses rekapitulasi surat suara di Kantor Camat kecamatan Gunung Meriah, Ahad (19/2). FOR RAKYAT ACEH

Singkil (RA) – Proses rekapitulasi surat suara di PPK Kecamatan Gunung Meriah, Aceh Singkil, nyaris ricuh. Seratusan aparat kepolisian dikerahkan untuk mencegah amuk massa di kantor tersebut.

Massa yang tidak puas dengan hasil perhitungan sementara, mengklaim telah terjadi pengelembungan suara hingga mendatangi kantor camat setempat. Untungnya, polisi berhasil meyakinkan massa agar mengikuti peraturan yang telah ada hingga bentrokan tidak terjadi. Aksi massa itu terjadi saat Bupati Aceh Singkil, Safriadi SH memasuki kantor camat. Ia juga merupakan salah seorang kandidat dalam Pilkada.

Melihat calon yang didukung tiba, puluhan massa berteriak-teriak,”perhitungan ulang, perhitungan ulang.” Polisi berhasil meredam emosi massa, hingga proses rekapitulasi tetap berjalan lancar. “Tadi waktu Bupati masuk ke kantor camat Gunung Meriah, para pendukung sudah ramai di depan kantor camat. Saat Bupati turun dari mobil, mulai ada yg teriak-teriak untuk perhitungan ulang,” ujar Kapolres Aceh Singkil, AKBP Ian Rizkian Milyardin SIK, Ahad (19/2).

Amatan Rakyat Aceh, massa yang memadati kantor camat merupakan pendukung pasangan calon Safriadi-Sariman dan pasangan Dulmusrid-Sazali. Agar proses rekapitulasi aman, selain Kapolres, Dandim 0109/Singkil, Letkol Kav Kapti Hertantyawan SH juga tampak hadir bersama personilnya membantu amankan lokasi.

*Aksi Spontan

Ramli Manik, timses pasangan Safriadi-Sariman menyatakan aksi massa terjadi spontan, disebabkan adanya indikasi kecurangan. Sebab itu, massa berteriak menuntut perhitungan ulang pada PPK Gunung Meriah. “Masyarakat meminta pada PPK agar kertas suara dihitung kembali sebab dicurigai ada kecurangan,” ujar Ramli.

Sementara Frida Siska Sihombing, Jurkam pasangan Dulmusrid-Sazali mengatakan kalau memang ada pelanggaran dalam pemungutan dan proses Pilkada, agar dikumpulkan semua data lalu laporkan ke Panwaslih. “Biar Panwas yang memproses sesuai hukum, sebab Pilkada sudah jelas diatur oleh undang undang sebagai payung hukum,” ujarnya.

Komisioner KIP Aceh Singkil, Syahrial pada Rakyat Aceh menyatakan tindakan spontanitas para pendukung Safriadi-Sariaman sangat disayangkan. Ia cemaskan dapat menganggu jalannya proses rekapitulasi surat suara. “Jika ada indikasi kecurangan, saksi menyurati Panwaslih serta melengkapi bukti-bukti. Setelah itu, Panwaslih yang merekomendasikan kepada KIP,” jelasnya. Hingga berita ini diturunkan, Ketua Paswaslih Aceh Singkil, Baihaqi tidak dapat dihubungi. (mag-74/mai)