Partai Aceh Validasi Suara, Ada Kejanggalan Rekapitulasi KPU

Juru bicara Dewan Pimpinan Aceh Partai Aceh (DPA-PA), Suaidi Sulaiman

BANDA ACEH (RA) – Tim pemenangan nomor urut 5 pasangan calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh, Muzakir Manaf-TA Khalid terus melakukan validasi form c1. Hal itu dilakukan sebagai bentuk pengawasan terhadap proses rekapitulasi Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh.Juru Bicara Partai Aceh (PA) Suadi Sulaiman atau akrap disapa Adi Laweung, menyatakan validasi dilakukan tim khusus internal partai lokal tersebut.

“Data sedang divalidasi tim pengendalian suara,” sebutnya, Selasa (21/2). Walau PA memiliki tim pengendalian suara, namun terkait persentase perolehan suara, pihaknya tetap menunggu hasil pleno KIP Aceh. “Ini sedang dilakukan rekapitulasi form c1 sudah di tangan kita (PA) di Banda Aceh ini, kita sudah pegang. Nanti akan kita publikasikan kembali, hingga hari ini kita tetap menunggu hasil pleno KIP Aceh,” jelasnya.

Sebelumnya, tim pemenangan Muzakir Manaf-TA Khalid menpertanyakan hasil perhitungan cepat atau real count KPU. Bahkan, mereka juga meminta penjelasan pihak KPU atas peretasan yang terjadi beberapa waktu lalu. Adi Laweung, meminta kejelasan dari KPU terkait isu peretasan website KPU dan menangkap pelaku yang melakukan tindakan tersebut. Meskipun belakangan peretasan itu telah diakui oleh KPU dan sudah bisa diatasi.

“Siapa yang meretas? Kami melihat adanya kejanggalan-kejanggalan yang terjadi saat perekapan suara di tingkat TPS dan kecamatan,” kata Adi Laweung saat konferensi pers di DPP PA di Leung Bata, Banda Aceh, Senin (20/2) malam. Adi menerangkan, bentuk kejanggalan yang mereka terjadi ialah data KPU yang dipublikasi pada 19 Februari 2017 melalui Situng KPU 2017, berbeda dengan form C1 KWK di TPS Gampong Leles, Kecamatan Serbajadi, Aceh Timur.

“Kami melihat adanya kejanggalan-kejanggalan yang terjadi pada saat perekapan suara di tingkat TPS dan kecamatan. Perolehan suara pasangan calon nomor urut 6 lrwandi Yusuf dan Nova lriansyah versi form C1 KWK sebanyak 12 suara dan versi Situng KPU sebanyak 212 suara,” terangnya.Dikatakannya, berdasarkan hasil rekapitulasi suara di Kecamatan Serbajadi, Kabupaten Aceh Timur juga didapati perbedaan antara Situng KPU 2017 dengan form DA1 untuk perolehan suara paslon Irwandi-Nova. Diketahui pada versi DA1 tercatat 643 suara, sementara versi Situng KPU sebanyak 843 suara.

Ia menjelaskan, ditemui kejangggal pada perolehan suara, namun Adi tetap meminta dan mengingatkan seluruh tim pemenangan Muzakkir – TA Khalid agar tenang dan terus mengawal proses penghitungan suara di tingkat kecamatan, kabupaten kota hingga pleno terbuka KIP Aceh yang memutuskan gubernur terpilih

.
“Seluruh jajaran Partai Aceh, Komite Peralihan Aceh (KPA) untuk tidak terpengaruh terhadap provokasi dari kandidat lawan. Semua tetap siaga terhadap segala kemungkinan yang ada dengan merujuk kepada garis komando,” imbuhnya.(mag-68/mai)