Simpang Kanan dan Gunung Meriah Banjir Lagi

Situasi Banjir di desa silatong jalan nasional Singkil-Subulussalam/Rakyat Aceh

SINGKIL (RA) – Kecamatan Simpang Kanan dan Gunung Meriah kembali dilanda banjir, dikarenakan meluapnya sungai Lae Cinendang setelah terus diguyur hujan lebat sepanjang malam hingga Selasa (21/2) pagi.

Informasi sementara didapat Rakyat Aceh tujuh desa di Kecamatan Simpang Kanan terkena dampak yakni, gampong Ujung Limus, Silatong, Tanjung Mas, Lae Riman, Cibubukan, Desa Serasah dan desa Lipat kajang. Sementara di kecamatan Gunung Meriah ada dua desa yakni, Desa Rimo tepatnya di Dusun 1 Handel dan Desa Cingkam.

Sekdes desa Ujung limus Alim Sudin mengatakan kepada Rakyat Aceh mereka sudah terkepung oleh air tidak bisa kemana mana lagi selain menggunakan sampan atau robin.

“Sudah tujuh centi rumah saya digenangi air dari dasar lantai,” ujar Alim Sudin Sekdes Desa Ujung Limus kecamatan Simpang kanan.

Sementara itu ruas jalan Desa Silatong Singkil-Subulussalam Kecamatan Simpang Kanan sudah direndam air. Tampak hanya mobil berukuran besar berani lalu lalang. Di lokasi anggota POLRI dan TNI membantu pengendara mengarahkan agar jangan terjebak ke arah terdalam.

Sebagian roda dua tidak berani melintas, memilih jasa transportasi becak yang ditutup knalpotnya. Motor dinaikkan dan didorong secara manual. Sebagian nekat kemudian terperosok ke lobang dan mati di tengah genangan air, namun ada juga yang lolos.

“Masih bisa melintas tidak perlu takut, tapi musti hati-hati,” kata pengentara mobil L300 yang menuju Rimo kepada warga yang masih mikir untuk melintas

Di lokasi banjir tampak mobil BTN hendak menuju Rimo terperosok/terberem di pinggir badan jalan banjir Jalan Silatong. Pihak TNI/POLRI berupaya menarik mobil itu menggunakan truk SPO, namun karena diduga berat, sehingga tali putus.

“Tadi sudah d tarik menggunakan mobil tanki namun talinya putus, padahal sudah banyak barang bawaan diturun kan,”ungkap sitorus supir BTN asal Medan itu.

Dia mengucapkankan terimakasih kepada aparat TNI/Polri membantu apa yang ia alami,dan mereka tengah mencari solusi. “Saat ini sedang mencari tali yang lebih besar lagi supaya bisa di tarik mobil BTN itu,” ungkap Sapnir anggota TNI.

Informasi diterima Rakyat Aceh, banjir naik mulai dari pukul 01.00 WIB. Hingga menjelang siang, sekira pukul 10.00 WIB, tak ada yang berani melintas. Ketinggian air mencapai 30-40 Centi meter dari bahu jalan. Tiga jam kemudian tepatnya pukul 13.30 WIB air mulai menyusut, tidak ada lagi tergenang.

Terkait banjir, Wakil Bupati Dusmusrid didampingi Asisten 1 M.Ichsan dan Kadis Sosial Mauiddah.SE dan Camat Simpang Kanan, Ahmad SH, berkunjung ke Desa Ujung Limus bersama rombongan untuk meninjau.
Sementara data diperoleh dari wakil Bupati Dulmusrid banjir melanda Aceh Singkil di empat kecamatan, masing masing Gunung Meriah, Simpang Kanan, Suro, dan Danau Paris.

“Sejauh ini yang kami dapat informasi dari BPBD, banjir terjadi di Kecamatan Simpang Kanan, Gunung Meriah, Suro, dan Danau Paris. Kecamatan paling banyak desa terendam, Kecamatan Simpang Kanan,” terangnya.
Sementara ini, ujarnya lagi, berapa KK korban banjir belum terdata. Nanti akan dirilis oleh dinas terkait.”
Lanjutnya, dampak banjir ini, masyarakat tidak bisa beraktifitas sebagaimana mestinya. “Belum ada yang mengungsi, warga masih bertahan di rumah masing-masing,’ kata calon bupati suara terbanyak itu. (mag-74)

1-Situasi Banjir di desa silatong jalan nasional Singkil-Subulussalam.

a-mobil BTN terperogok
b-septor scupy mati di tengah jalan.

2-Wakil Bupati Turun ke Desa Ujung Limus kecamatan simpang kanan bersama rombongan.

3-lantai Rumah Sekdes Ujung limus alim Sudin. Dan gudang desa ujung limus.