Rakyat Aceh/Ilustrasi

JANTHO (RA) – Sebanyak 18 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Besar mengikuti Pendidikan dan Latihan (Diklat) Prajabatan yang digelar Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Aceh Besar.

 

Diklat Prajabatan CPNS yang diangkat dari tenaga formasi Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal (SM3T) angkatan I golongan III dibuka Plt Sekdakab Aceh Besar, Iskandar di Aula Rumoh PMI
Aceh, Banda Aceh, Selasa (21/2).

 

Plt Sekdakab Aceh Besar, Iskandar dalam arahannya meminta agar peserta Diklat Prajabatan untuk disiplin, fokus, dan serius selama mengikuti kegiatan tersebut.

 

“Sebagai CPNS yang akan menjadi PNS, Diklat Prajabatan ini hendaknya dimanfaatkan untuk memperoleh bekal sebanyak-banyaknya untuk menjadi aparatur profesional dan berdedikasi, serta membentengi diri dengan kekuatan mental yang tangguh sebagai aparatur yang siap mewujudkan pemerintahan yang baik serta dipercaya masyarakat,” kata Iskandar.

 

Dia berharap prajabatan kali ini dapat bermanfaat dalam menempa karakter pola pikir para CPNS. Dimana peserta memperoleh pemahaman tentang tugas dan peranan sebagai agen pembaharuan yang memiliki cara berpikir, bersikap dan bertindak secara benar. Juga tepat, selalu berpihak kepada kemaslahatan rakyat.
“Dengan perubahan dinamika lingkungan strategis, menuntut lahirnya aparat pemerintahan yang profesional, kreatif, inovatif, tangguh dan bermental pelayan,” pesannya

 

Sekretaris BKPSDM Aceh Besar Rahmad Sentosa didampingi ketua panitia Zayadinur yang juga Kabid Pengembangan SDM menjelaskan, Diklat prajabatan yang diatur dalam peraturan Kepala LAN RI Nomor 10 tahun 2015 tentang Diklat prajabatan CPNS.

 

Begitu juga dalam Diklat tersebut para peserta akan dibekali dengan nilai-nilai dasar profesi PNS agar mampu melaksanakan tugas jabatannya secara efektif dan efesien.

 

Pada pembukaan Diklat yang dihadiri Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Besar Razali, dan Kabag Humas dan Protokol Muhammad Basir, akan berlangsung selama seminggu tersebut akan diisi oleh tenaga pengajar dan Pembina/Instruktur dari widyaiswara BPSDM Aceh, pejabat dan widyaiswara dilingkungan Pemkab Aceh Besar serta narasumber yang berkompeten di bidangnya. (mag-63/rif)