Menu

Mode Gelap
Korban Erupsi Gunung Marapi Ditemukan 1,5 Km dari Kawah Cak Imin Resmikan Posko Pemenangan Musannif bin Sanusi (MBS) Perangkat Desa Sekitar Tambang Tantang Asisten Pemerintahan dan Dewan Lihat Objektif Rekrutmen Pekerja PT AMM Golkar Aceh Peringati Maulid Nabi dan Gelar TOT bagi Saksi Pemilu Ratusan Masyarakat Gurah Peukan Bada Juga Rasakan Manfaat Pasar Murah

TEKNOLOGI · 23 Feb 2017 08:10 WIB ·

Hadir di Indonesia, MaidSafe Langsung Nyatakan Perang Lawan Hacker


 Edward Richardson selaku IT Developer Tamu, COO Maidsafe Nick Lambert, CEO dan Founder Maidsafe Richard Irvine, dan CEO Coinpayment Alexander Alexandrov saat Press Conference. (Ratih Paramitha/Jawa Pos) Perbesar

Edward Richardson selaku IT Developer Tamu, COO Maidsafe Nick Lambert, CEO dan Founder Maidsafe Richard Irvine, dan CEO Coinpayment Alexander Alexandrov saat Press Conference. (Ratih Paramitha/Jawa Pos)

Harianrakyataceh.com – Pesatnya kemajuan teknologi informasi dan komunikasi (ICT) tidak hanya memberikan dampak positif tetapi juga negatif. Terbukti, teknologi internet masih rentan serangan cyber dan pencurian data milik penggunanya.

“Pengguna internet banyak yang merasa tidak aman dan tidak efisien. Tiap tahun terdengar keluhan bahwa privasi penggunanya kerap salah digunakan oleh provider yang menyebabkan kerugian bagi penggunanya,” ujar Richard Irvine, CEO and Founder MindSafe di Jakarta, Senin (20/2).

COO MaidSafe Nick Lambert mengatakan, di Eropa semua orang semakin konsen terhadap keamanan datanya, dan merasa takut data mereka diretas. Seperti Google yang memiliki 15 data center dan membutuhkan biaya USD 1 miliar untuk membangun, belum lagi biaya perawatan.

“Dalam tiga tahun terakhir sebanyak 3,6 miliar catatan tercuri di seluruh dunia, baik itu password, kartu kredit, dan user id. Jika digabung, jumlah yang tercuri memakan biaya yang sangat besar,” ucap Nick.

Dengan tingginya permintaan akan kebutuhan kemanan dalam teknologi ICT tersebut, MaidSafe hadir di Indonesia. Sebagai perusahaan teknologi asal Skotlandia, yang telah membuat terobosan baru akan sebuah jaringan secure access for everyone (SAFE).

“MaidSafe tepat memilih Jakarta, karena banyaknya masyarakat dan talenta developer. Visi kita adalah privasi, kebebasan dan aman,” paparnya.

Jaringan aman ini membuat data komunikasi terdesentralisasi diseluruh dunia dengan menggunakan berbagai macam kemampuan komputer dari seluruh pengguna jaringan. MaidSafe sebagai penyimpanan file yang memungkinkan jaringan menjadi kuat dalam menanggulangi serangan cyber dari pihak luar.

MaidSafe juga memiliki jaringan redundasi data yang diprogram untuk penyimpanan salinan duplikat dari setiap bagian data. Karena redundasi memiliki sifat prediktibalitas tinggi maka informasi pun menjadi rendah. Dengan begitu bisa membuat data tidak akan dijebol oleh hacker karena data tidak lengkap.

MaidSafe tidak memiliki kontrol atas data konsumen karena secara sistem akan diacak untuk penyimpanan yang besar di beberapa lokasi, jaringan, atau server. MaidSafe juga memiliki sejumlah fitur untuk menjaga kerahasian data, di mana konsumen sendiri yang tahu letak penempatan datanya, sehingga terjamin tersimpan aman. (tih/wir)

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Penulis

Comments are closed.

Baca Lainnya

Elon Musk Siapkan Starlink untuk Organisasi Bantuan di Gaza usai Aksi Bombardir Israel

29 October 2023 - 14:15 WIB

New Honda Vario 160 Makin Bergaya Premium dengan Varian Warna Terbaru 

3 August 2023 - 15:05 WIB

Tips Hindari Roda Selip Saat Berkendara

28 July 2023 - 15:16 WIB

Twitter Duga Threads Aplikasi Contekan, Ancam Lakukan Gugatan terhadap Meta

7 July 2023 - 16:37 WIB

Ikon Motor Bebek Trekking, Honda CT125 Tampil Lebih Modern

16 June 2023 - 10:07 WIB

Teman Baru bagi Penjelajah Jalanan, AHM Luncurkan New XL750 TRANSALP

15 June 2023 - 08:14 WIB

Trending di EKBIS