Saksi Mualem Tolak Rekapitulasi

KEBERATAN: Saksi Paslon Gubernur Muzakir Manaf – TA Khalid, Ardhiyanto Ujung menyampaikan rasa keberatannya dan tidak menandatangi hasil rekapitulasi tingkat KIP pada Rapat Pleno KIP Kota Subulussalam, kamis (23/2). KAYA ALIM/RAKYAT ACEH

Dua Saksi Paslon Walk Out

SUBULUSSALAM (RA) – Saksi pasangan calon (Paslon) nomor urut 5, Muzakir Manaf – TA Khalid, Ardhiyanto Ujung, menolak menandatangani berita acara rapat pleno rekapitulasi penghitungan perolehan suara pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh, pada rapat pleno Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kota Subulussalam di aula kantor KIP setempat, Kamis (23/2).

Menurut Ardhiyanto Ujung, ia menolak menandatangi berita acara karena melihat ada ketidakseriusan penyelenggaraan Pilkada di Kota Subulussalam. Ia menyebutkan bukti, undangan bagi pemilih diserahkan pada warga yang sudah pindah domisili, ada pula yang menerima undangan double.

Alasan lainnya, adanya dugaan petugas KPPS yang diduga kuat terlibat menjadi tim sukses salah satu calon. “Yang merekrut KPPS kan orang KIP, dengan adanya keterlibatan timses salah satu calon menjadi petugas KPPS sudah menunjukkan ketidakseriusan KIP dalam menyelenggarakan Pilgub. Dengan demikian, karena terlibat sebagai PPS timbul tidak profesional dan dampaknya kita lihat saat pleno rekapitulasi baik di desa maupun tingkat kecamatan,” kata Ardhiyanto usai rekapitulasi.

Sekretaris DPW Partai Aceh Kota Subulussalam ini, juga mengaku banyak menemukan kejanggalan termasuk jumlah pemilih dengan data surat suara tidak singkron. Adalagi formulir DA salah masuk kotak, dan lebih fatal ada rekap kecamatan tidak tersegel. “Dengan banyaknya temuan ini, kami menolak untuk meneken berita acara pleno rekapitulasi,” ujar Ardhiyanto.

Ardhiyanto meminta pada KIP Kota Subulussalam, agar ke depan kejadian-kejadian seperti itu tidak berulang, terlebih saat Pilkada Walikota dan Wakil Walikota Subulussalam yang akan masuk tahapan. “Jangan sepele dengan pemilihan seperti ini, mentang-mentang ini Pilgub mereka sepele, seharusnya tidak boleh seperti itu mereka harus bekerja serius karena mereka bekerja itu ada upah yang di berikan,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua KIP Kota Subulussalam, Syarkawi Nur berjanji akan memperbaiki kesalahan tersebut. Menurut Syarkawi, mengenai DPT bukan hanya kewenangan pihaknya, tetapi lebih cendrung ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil. “Kami akan perbaiki ke depan apa-apa yang temuan kesalahan petugas kami,” kata Syarkawi.

Dalam rapat pleno itu, terlihat dua saksi pasangan calon walk out. Saksi tersebut yakni saksi pasangan calon itu saksi nomor urut 2, Zakaria Saman–Teuku Alaidinsyah dan saksi pasangan calon nomor 3, Abdullah Puteh–Sayed Mustafa Usab. Sementara saksi ketiga pasangan calon lainnya hadir dan dua memberikan tandatangan hasil rekapitulasi tingkat KIP Subulussalam