Gajah Liar Dipasang GPS

Gajah Liar Dipasang GPS ( For R.A)

BANDA ACEH (RA) – Meminimalisir konflik gajah dengan manusia, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh bekerjasama dengan tim kedokteran hewan Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), memasang GPS Collar pada salah satu gajah liar di kawasan Sampoinet, Aceh Jaya.

Kepala BKSDA Aceh, Sapto Aji Prabowo mengatakan, pemasangan GPS Collar ini dilakukan untuk mendukung sistem peringatan dini mitigasi konflik satwa di masa yang akan datang. Pada GPS Collar ini nantinya akan terpantau pergerakan harian kelompok gajah setiap empat jam sekali.

“Ini membantu kita untuk memprediksi pola gangguan dan memudahkan masyarakat setempat untuk mengantisipasinya,” kata Sapto Aji Prabowo. Ditambahkannya, GPS Collar ini akan menjawab pertanyaan semua pihak, tentang dari mana kelompok gajah ini berasal. Selanjutnya, dapat dilakukan analisa penyebab mengapa kelompok ini beralih ke wilayah Mila dan Keumala yang sebelumnya belum pernah mengalami konflik.

Sementara itu, Rakyat Aceh turun langsung bersama CRU Sampoinet dalam melakukan pemasangan GPS itu, Sabtu (25/2). Dalam pemasangan ini, belasan orang dari BKSDA dan anggota CRU Sampoinet mencari gajah liar yang berada di kawasan ini. Dengan berjalan puluhan kilometer dari CRU ke pegunungan di sana. Pada hari Sabtu siang di dalam hutan rimba mereka menemukan gajah liar betina.

Dengan memanfaatkan tiga ekor gajah jinak, mereka langsung menggiring gajah betina tersebut, sebelumnya gajah liar itu ditembak bius. Tanpa kesulitan apapun tim memasang GPS dengan lancar dan aman. Setelah pemasangan selesai, tim langsung kembali. (ibi/rif)