Pertanyakan Hasil Pleno

GELAR PERTEMUAN: Ketua Komisi I DPRA, Abdullah Saleh bersama Ketua KIP Aceh, Ridwan Hadi dan Panwaslih Aceh gelar pertemuan terkait hasil Pleno KIP Aceh di Gedung DPRA Banda Aceh, Selasa (28/2). ISHAK MUTIARA/RAKYAT ACEH

DPRA Panggil KIP dan Panwas

Banda Aceh (RA) – Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) memanggil Komisioner KIP Aceh dan Panwaslih Aceh, guna meminta keterangan terkait hasil pleno KIP tentang perolehan suara calon Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh di ruang komisi I DPRA, Senin (28/2).

Adapun pemanggilan tersebut sesuai dengan surat Wakil Ketua I DPRA No.005/501 perihal agenda kerja komisi I dalam rapat kerja membahas perkembangan tahapan Pilkada Aceh.
Pertemuan yang dipimpin Ketua Komisi I DPRA Abdullah Saleh dan wakil ketua Komisi I DPRA Azhari Cage itu berlangsung di ruang Komisi I dan tertutup untuk media. Para juru tulis hanya diperkenankan untuk mengambil gambar sebelum rapat dimulai.

Rapat yang dimulai sejak pukul 15.00 WIB hingga berakhir pada pukul 18.00 WIB itu kabarnya berlangsung alot, dan tidak ada yang tahu apa pembahasannya.

Ketua Komisi I DPRA Abdullah Saleh saat ditanyai wartawan usai rapat, mengatakan. Komisi I DPR Aceh memanggil komisioner Panwaslih dan KIP Aceh, sehubungan dengan hasil pleno KIP tentang perolehan suara calon Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh, Bupati dan Wakil Bupati Sabtu pekan lalu.

“Kita memanggil para penyelenggara Pemilu, yaitu KIP dan Panwaslih untuk mendengar langsung penjelasan terkait tahapan-tahapan Pilkada yang sudah berlangsung dan sudah selesai rapat pleno KIP di tingkat Provinsi,” kata Abdullah Saleh.

Menurutnya, seperti penjelasan KIP dan Panwslih Aceh yang disampaikan di dalam rapat sudah sesuai dengan semua tahapan Pilkada dan perundang-undangan. “Walau pun sudah berjalan sesuai tahapan pemilu, namun masih ada penyimpangan-penyimpangan atau ketimpangan di sana-sini sehingga menimbulkan protes terutama dari pasangan calon, kemudian protes dari Panwaslih,” jelasnya.

Namun, tahapan-tahapnnya sudah berjalan dan sudah berjalan dan dilaksanakan hingga selesai dilakukan rapat pleno di tingkat provinsi. Karena semua tahapan sudah berlangsung, maka keberatan-keberatan baik di tingkat kabupaten/kota maupun tingkat provinsi laporannya harus ke MK. “Sudah ada sejumlah calon yang melaporkan ke MK termasuk salah satu pasangan calon gubernur no urut 5 yang sudah melaporkan pada MK hari ini,” jelas Abdullah Saleh didampingi Wakil Ketua Azhari Cage.

Ditanya soal protes dari Ketua Panwaslih Aceh Samsul Bahri, tentang indikasi adanya penggelumbungan suara 10 ribu untuk calon tertentu, di Aceh Tengah, Abdullah Saleh membenarkannya pengakuan itu, namun semua laporan itu harus tertulis dan disampaikan ke MK.

Sementara Ketua KIP Aceh Ridwan Hadi, usai rapat hanya menjawab wartawan, “no coment” sambil menuju mobilnya. (mag-71/mai)