Menu

Mode Gelap
Korban Erupsi Gunung Marapi Ditemukan 1,5 Km dari Kawah Cak Imin Resmikan Posko Pemenangan Musannif bin Sanusi (MBS) Perangkat Desa Sekitar Tambang Tantang Asisten Pemerintahan dan Dewan Lihat Objektif Rekrutmen Pekerja PT AMM Golkar Aceh Peringati Maulid Nabi dan Gelar TOT bagi Saksi Pemilu Ratusan Masyarakat Gurah Peukan Bada Juga Rasakan Manfaat Pasar Murah

TEKNOLOGI · 1 Mar 2017 13:08 WIB ·

Top Nih Mobil Buatan Mahasiswa, Tak Seperti Esemka


 Dua mobil buatan IST Akprind Yogyakarta, Kalisahak 28 dan Mataram Proto yang akan dilombakan di ajang Shell Eco-Marathon (SEM-A) di Singapura pada 16-19 Maret mendatang. Foto: Vita/Radar Jogja Online. Perbesar

Dua mobil buatan IST Akprind Yogyakarta, Kalisahak 28 dan Mataram Proto yang akan dilombakan di ajang Shell Eco-Marathon (SEM-A) di Singapura pada 16-19 Maret mendatang. Foto: Vita/Radar Jogja Online.

Harianrakyataceh.com – Mahasiswa Institut Sains & Teknologi AKPRIND menorehkan prestasi membanggakan dengan dua mobil karya mereka. Ada dua mobil karya mahasiswa perguruan tinggi swasta di Yogyakarta itu yang dilombakan di ajang Shell Eco-Marathon (SEM-A) di Singapura.

Rektor IST Akprind Amir Hamzah mengatakan, pihaknya memberangkatkan dua tim mobil untuk bersaing di Shell Eco-Marathon pada 16-19 Maret mendatang.  “Ada dua tim mobil yang berangkat, Kalisahak 28 dan Mataram Proto. Hampir enam bulan kedua tim dan pembimbing bekerja keras mempersiapkan kendaraan untuk event SEMA Singapura,” ujarnya seperti diberitakan Jawa Pos Radar Jogja.

Kendaraan yang diberangkatkan merupakan dua mobil dengan kategori berbeda. Kalisahak 28 masuk dalam katergori urban etanol, sedangkan Mataram Proto kategori purwarupa diesel.

Kalisahak 28 dalam uji coba mampu menempuh jarak 127 km hanya dengan satu liter bahan bakar etanol. Sedangkan Mataram Proto bisa menempuh 261 km per liter.

“Kami juga memanfaatkan beberapa bahan bekas seperti botol softdrink sebagai pompa listrik yang digunakan untuk menyuplai bahan bakar,” tambah Ellyawan Setyo Arbintarso selaku pembimbing Tim Kalisahak 28.

Selain menghemat bahan bakar, spesifikasi bodi kendaraan juga menjadi perhitungan tim seleksi. Mobil Kalisahak 28 menggunakan serat alami untuk bodinya, sedangkan Mataram Proto menggunakan fiberglass yang lebih ringan.

“Berat keduanya masing-masing 155 kg dan 132 kg. Kelebihan kendaraan itu aerodinamis, desain futuristis dan aman,” ungkap pembimbing tim Mataram Proto I Gedhe Badrawara

IST Akprind Jogja menjadi satu-satunya PTS yang lolos seleksi SEMA. Dari lebih dari 200 tim pendaftar, hanya sekitar 117 tim lolos seleksi bertahap.

“Harapan kami, kedua tim bisa memenangkan lomba dan dapat melanjutkan ke London untuk lomba tingkat dunia,” tegas Badrawara.

Sebelumnya mobil Kalisahak 28 pada 2014 berhasil meraih juara kedua kategori urban ethanol Indonesia Energy Marathon Challenge 2014 di Surabaya dan pada 2015 meraih juara tiga SEM-A. Ajang SEM-A 2017 ini diikuti 17 negara di Asia, Timur Tengah, dan Australia.(ita/eri/jpg)

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

Comments are closed.

Baca Lainnya

Elon Musk Siapkan Starlink untuk Organisasi Bantuan di Gaza usai Aksi Bombardir Israel

29 October 2023 - 14:15 WIB

New Honda Vario 160 Makin Bergaya Premium dengan Varian Warna Terbaru 

3 August 2023 - 15:05 WIB

Tips Hindari Roda Selip Saat Berkendara

28 July 2023 - 15:16 WIB

Twitter Duga Threads Aplikasi Contekan, Ancam Lakukan Gugatan terhadap Meta

7 July 2023 - 16:37 WIB

Ikon Motor Bebek Trekking, Honda CT125 Tampil Lebih Modern

16 June 2023 - 10:07 WIB

Teman Baru bagi Penjelajah Jalanan, AHM Luncurkan New XL750 TRANSALP

15 June 2023 - 08:14 WIB

Trending di EKBIS