Enam Warga Cina Dilarang Survei

BARANG BUKTI: Paspor dan Visa salah seorang WNA asal Cina di amankan Personil Kodim 0110 Abdya, Rabu (1/3). FOR RAKYAT ACEH

Hanya Miliki Visa Kunjungan

BLANGPIDIE (RA) – Enam Warga Negara Asing (WNA) asal Cina, bersama lima pendamping dari sejumlah daerah di Indonesia yang sudah berada di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), terpaksa mengurung niatnya melakukan survei ke wilayah Kecamatan Babahrot. Pihak personil Koramil Babahrot melarang mereka karena hanya miliki visa kunjungan ke Aceh.

Dandim 0110 Abdya Letkol Inf Puji Hartono,S.IP dalam pertemuan silaturahmi dengan wartawan membenarkan, ada enam warga berkebangsaan Cina yang dilarang menuju ke pegunungan Kreung Batee Gampong Alue Peunawa, Kecamatan Babahrot untuk melakukan survei potensi pengembangan pembangkit tenaga air.

“Untuk sementara waktu kegiatan mareka kita hentikan sambil mengantongi dokumen resmi melakukan survei,” terang Puji Hartono di Makodim 0110 Abdya, Rabu (1/3).

Keenam WNA itu merupakan perwakilan PT Rich Land Power untuk melakukan survei PLTA di Abdya. Mareka adalah Zhao Yefeng, Xu Baoyu, Li Zhishan, Mo Huifeng, Han Xiaoyun, Luo Jun.

Sementara lima WNI yang mendampingi warga Cina tersebut Alexander Salim Manager Proyek dari PT Rich Land Power. Dahrul Mubarraq Surveyor PT Rich Land Power, Abdul Hari Wahyudi Juru bicara dan Abdul Haris supir rental serta Nurul Fitria.

Ia menjelaskan, Senin lalu enam WNA bersama lima WNI sebagai pendamping serta pemandu dan juru bahasa tiba di Hotel Louser Blangpidie. Setelah sehari di Abdya, mereka menuju ke Kecamatan Babahrot untuk melanjutkan perjalanan ke Gampong Alue Peunawa. Saat mareka tiba di Koramil Babahrot, langsung disambut Danramil Babahrot Kapten Inf Izhar.

Dahrul Mubbaroq selaku Surveyor dari PT Rich Land Power yang merupakan warga Perumahan Bayu Regency, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Basar saat melapor tidak membawa dokumen untuk kegiatan survei dengan asalan tinggal di Balngpidie.

Karena tidak miliki izin dan hanya miliki visa kunjungan keenam warga Cina dan lima WNI dilarang adanya kegiatan survei di areal lokasi pembangunan PLTA, PT Rich Land Power Babahrot.

Dandim 0110 Abdya menambahkan, kalau pun mereka diperbolehkan masuk melakukan kunjungan hanya sekedar melihat lokasi dan mengambil foto dan tidak diperbolehkan melakukan aktivitas lainnya seperti mengambil sampel atau menguji coba sampel.

“Untuk mereka berada di pegunungan Abdya harus didampingi oleh anggota TNI/Polri dan pejabat pemerintah Abdya. Kalau lengkap dokumennya mareka kita persilahkan pergi,” sebutnya.

Dari data yang diterima Rakyat Aceh, PT Rich Land Power menugaskan enam warga Asing untuk melakukan survei PLTA di tiga lokasi di Aceh, salah satu lokasinya Krueng Batee Gampong Alue Peunawa, Kecamatan Babahrot Kabuapten Abdya.

Sementara dua lokasi lainnya berada di Kabupaten Nagan Raya yakni di Krueng Tripa Gampong Alue Bilie, Kecamatan Darul Makmur dan Krueng Meureubo Gampong Blang Meureubo, Kecamatan Beutong Ateh.
Dalam dokumen berupa surat tertanggal 23 Februari 2017, tercatat ditandatangani Mustafa Ali sebagai penanggungjawab PT Rich Land Power. Survei akan dilakukan sejak tanggal 17 Maret sampai dengan 31 Maret 2017. (ria/mai)