PGRI Aceh Undang MPD Subulussalam Bahas Masalah Pendidikan

Ketua MPD Subulussalam, Jaminuddin (baju warna biru) saat diskusi dengan ketua PGRI Aceh/Rakyat Aceh/Kaya Alim

Laporan : Kaya Alim
SUBULUSSALAM (RA) – Ketua Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Kota Subulussalam, Jaminuddin Berutu, S. PdI mendapat undangan khusus dari Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Aceh, Drs. Ramli Rasyid, M. Si. M. Pd.

Jaminuddin mengatakan, undangan tersebut dalam rangka mendiskusikan dunia pendidikan di Kota Subulussalam di Banda Aceh, (1/3). Sebab, MPD Kota Subulussalam peka terhadap pendidikan. Bahkan, MPD dalam tahun 2016 telah mengeluarkan rekomendasi kepada Wali Kota Subulussalam untuk memberhentikan lima orang guru PNS yang dinilai telah melanggar PP nomor 53 tahun 2010 tentang disiplin PNS.

“ secara lembaga, pak Ramli Rasyid selaku ketua PGRI Aceh mengucapkan terima kasih ke MPD Kota Subulussalam yang cukup membantu pendidikan baik pemikiran serta evaluasi yang selama ini dilakukan oleh MPD terhadap proses pembelajaran “ kata Jaminuddin, Kamis (2/3).

Dalam pertemuan itu, kata Jaminuddin, Ketua PGRI secara lembaga tidak melindungi para anggotanya yang melanggar PP nomor 53 tersebut dan berharap kepada Pemerintah Daerah memberikan Reword bagi guru-guru yang berprestasi membawa harum pendidikan.

Dalam realise yang diterima rakyataceh, Jaminuddin berharap agar pasca pengalihan SMA / SMK ke Aceh agar perlu segera melengkapi guru yang masih kurang terutama guru produktif di SMK yang ada di Kota Subulussalam. Disamping itu kata Jaminuddin, diharapkan agar guru-guru dilindungi PGRI jangan sempat kewajiban guru dituntut sementara hak mereka terkadang di abaikan.

“ peran PGRI harus tampil di depan memperjuangkan. Mereka kalau sudah merasa terzalimi akhirnya bangkit seperti terjadi aksi unjuk rasa diakhir tahun 2016 lalu. ini sangat memalukan dan ini diharapkan tidak akan terulang kembali “ harap Jaminuddin (lim)