Menu

Mode Gelap
Korban Erupsi Gunung Marapi Ditemukan 1,5 Km dari Kawah Cak Imin Resmikan Posko Pemenangan Musannif bin Sanusi (MBS) Perangkat Desa Sekitar Tambang Tantang Asisten Pemerintahan dan Dewan Lihat Objektif Rekrutmen Pekerja PT AMM Golkar Aceh Peringati Maulid Nabi dan Gelar TOT bagi Saksi Pemilu Ratusan Masyarakat Gurah Peukan Bada Juga Rasakan Manfaat Pasar Murah

DAERAH · 7 Mar 2017 03:25 WIB ·

Gaji Tenaga Medis Harus Segera Bayar


 Ketua Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), T. Iskandar Daod Perbesar

Ketua Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), T. Iskandar Daod

BANDA ACEH (RA) – Ketua Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), T. Iskandar Daod, meminta Pemerintah Kabupaten Bener Meriah harus segera mencari solusi guna membayar gaji para dokter dan tenaga medis yang belum dibayar sejak Oktober 2016 lalu.

“Seharusnya mereka paham persoalan tentang kesehatan ini. Harusnya sejak awal sudah mendeteksi persoalan ini agar tidak terus membesar,” kata T. Iskandar Daod kepada Rakyat Aceh, Senin (6/3).
T. Iskandar mengatakan, sangat prihatin atas kejadian yang terjadi di Bener Meriah yang mengakibatkan para dokter dan tenaga medis mogok kerja. Akibatnya masyarakat yang mau berobat di rumah sakit tersebut tidak bisa dilayani dan harus dirujuk ke rumah sakit lain.

“Harusnya ini tidak perlu terjadi, karena ini kepentingan publik. Semua persoalan pasti ada jalan keluarnya kecuali memang dibiarkan pemerintah daerah. Pemda tidak peduli makanya bisa jadi begini,” ujarnya.
Ia menilai, persoalan gaji yang belum dibayar merupakan masalah sepele dan sudah sering terjadi di beberapa daerah. Ini muncul akibat pemerintah daerah tidak memberikan perhatian serius untuk mengatasi dan mencari solusi atas masalah ini.

“(Pemerintah Bener Meriah) karena kurang peka dan sensitif atas masalah ini. Harusnya direktur rumah sakit ini tanggap. Kalau ada masalah segera diskusikan dengan bupatinya untuk mencari solusi dan dan jalan keluarnya,” jelasnya.

Ia menambahkan, muncul masalah ini ke permukaan akibat adanya mis komunikasi antara petinggi rumah sakit, dinas kesehatan Bener Meriah dan Bupati Bener Meriah. Seharusnya ketiga pemangku kepentingan ini melakukan koordinasi dan komunikasi yang baik guna menyelesaikan masalah klasik ini.

“Seharusnya pemerintah Bener Meriah harus lebih peka,” cetusnya.

Meskipun para dokter dan tenaga medis di RSUD Munyang Kute tersebut telah melakukan aksi mogok kerja, T. Iskandar tidak terlalu mempersoalkan hal itu. Sebab, jika seseorang telah menjalankan tugas dan fungsinya akan tetapi belum menerima hak-haknya pasti akan kecewa.

“Dokter dan tenaga medis itu kan manusia juga. Mereka bukan robot,” pungkasnya.
Ia meminta dan mengimbau pemerintah Bener Meriah untuk segera menyelesaikan masalah tersebut, agar tidak terus berlarut-larut yang mengakibatkan pelayanan kesehatan terganggu.

Sebelumnya, para dokter dan tenaga medis yang bertugas di RSUD Munyang Kute, Kabupaten Bener Meriah mogok kerja akibat belum dibayarnya gaji, Jumat (3/3). Imbasnya, pelayanan medis maupun pelayanan kesehatan masyarakat di Kabupaten Bener Meriah tersebut lumpuh. Bahkan, sejumlah pasien yang sedang menjalani perawatan terpaksa pulang dan berobat ke RSUD Datu Beru, Aceh Tengah.(mag-68/mai)

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Penulis

Comments are closed.

Baca Lainnya

Dua Pekerja Asal Aceh Dipulangkan dari Malaysia Karena Sakit, Haji Uma Turut Bantu Biaya

13 June 2024 - 22:23 WIB

Perjuangan Ayat Suci Mengikuti Tes Tamtama Polri Memakai Sepatu Koyak

13 June 2024 - 19:33 WIB

Rembuk Tani 2024 : Mendengar Aspirasi, Menguatkan Pertanian

13 June 2024 - 16:49 WIB

Kapolres Aceh Utara Gelar Bakti Sosial Peringati Hari Bhayangkara ke-78

13 June 2024 - 15:02 WIB

Intervensi Serentak Stunting di Puskesmas Tanah Jambo Aye

13 June 2024 - 15:00 WIB

Cair, Gaji ke-13 dan Tunjangan Tambahan Penghasilan Pegawai ASN Aceh Besar

13 June 2024 - 14:56 WIB

Trending di UTAMA