Posko Abusyik Diserang

Dinding Posko berlubang akibat terkena peluru, Pidie, Senin (6/3) dini hari.

Pelaku Gunakan AK

SIGLI (RA) – “Dor…dor…dor!” senjata api menyalak. Tiga letusan itu, membuyarkan konsentrasi Hamdani dan Saiful Bahri alias Raja Ubit, yang sedang asyik bermain catur. Permainan bubar seketika.

Posko pemenangan pasangan calon Bupati Pidie, Roni Ahmad (Abusyik) – Fadhlullah TM Daud mendadak mencekam. Mendengar suara tembakan, Hamdani bersama tiga rekannya yang berada di teras rumah di Gampong Ule Cot Seupeng, Kecamatan Peukan Baro, Kabupaten Pidie itu tiarap. Lantas merayap, masuk ke dalam rumah.

Di dalam, tujuh rekannya yang lain juga sudah tiarap mencari selamat. Cemas, pelaku menghujani timah panas ke rumah tersebut. Penyerangan itu terjadi sekitar pukul 00.30 WIB, Senin (6/3).

“Saat itu kami sedang main catur di teras depan rumah (Posko), kami di luar berempat, di dalam ada tujuh teman kami. Ada suara ledakan, saya tanya Raja, apa itu mercon (kembang api), Raja Ubit langsung teriak tiarap itu senjata api, kita ditembak, kami tiarap semua dan merengsek masuk ke dalam, di dalam ada tujuh orang juga, kami berkumpul semua. Jika mati, biar kami mati bersama. Saat di dalam kami diserang lagi, 15 menit kemudian baru datang polisi, kami baru aman,” Jelas Hamdani (46), saksi mata di lokasi kejadian pada Rakyat Aceh.

Tidak ada korban jiwa dalam penyerangan itu. Diyakini saksi, dalam menjalankan aksinya pelaku menggunakan senjata api laras panjang jenis AK. Sejumlah saksi juga mengaku melihat pelaku berjumlah dua orang yang belum diketahui identitasnya. Dugaan sementara, motif penembakan erat kaitannya dengan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Aceh.

Hamdani menyebutkan, pengakuan temannya yang melihat langsung, pelaku saat itu berjumlah dua orang, menggunakan penutup muka dan helm. Namun di sekitar pelaku tidak terlihat kenderaan maupun terdengar suara kenderaan usai penyerangan.

“Mereka jalan kaki, ditembak dari jalan samping rumah. Dari bayangan hitam di lorong, ada dua orang, kami juga dengar bunyi senjata yang dikokang, kemudian kami ditembak lagi, pertama tiga kali, saat kami di dalam ditembak lagi, kami tidak tahu berapa kali ditembak saat kami di dalam,” terangnya lagi.

Sementara, saksi lainnya Saiful Bahri alias Raja Ubit, pada Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Aceh, Irjen Polri Rio S. Djambak, saat ditanyai apakah ada hal yang mencurigakan atau bersifat ancaman pada pihaknya, ia menjelaskan kronologi yang sama dengan Hamdani. Ia juga mengungkapkan, sejumlah warga mendatanginya meminta untuk mendamaikan kasus pemukulan beberapa waktu lalu. Namun dirinya, mengatakan pada warga tersebut, kasus itu biar diselesaikan secara hukum yang berlaku. Sontak warga yang ingin berdamai itu mengatakan, jika tidak mau berdamai biar kami pakai cara kami sendiri. Peristiwa itu terjadi pukul 23.00 WIB, Ahad (5/3).

“Ada pak yang mau berdamai kasus pemukulan, namun kami serahkan kepada pihak polisi. Mereka katakan, jika tak mau damai, kami pakai cara kami sendiri,” jelas Raja pada Kapolda.

Tak hanya posko yang diserang, pukul 03.00 WIB giliran minibus milik Yunus alias Apa Noh yang dibakar. Simpatisan Abusyik itu, parkir mobil persis di depan rumahnya di Gampong Mei tanjong Usi, Kecamatan Mutiara Timur. (zia/mai)