Sri Lanka Tiru Rekonsiliasi Aceh

TINGKATKAN BILATERAL: Presiden Joko Widodo bersama Presiden Sri Lanka Maithripala Sirisena di Istana Merdeka. RAKA DENNY/JAWAPOS

JAKARTA (RA) – Pengalaman Indonesia menangani konflik di dalam negeri menginspirasi pemerintah Sri Lanka. Negara tersebut mempelajari cara Indonesia dalam menangani sejumlah konflik, termasuk di Aceh. Di luar itu, Sri Lanka belajar mengenai demokrasi di Indonesia, selain tentu menjalin kerja sama perdagangan.
Presiden Joko Widodo, menerima kunjungan kenegaraan Presiden Sri Lanka Maithripala Sirisena di Istana Merdeka. Kunjungan itu merupakan kelanjutan dari kehadiran Sirisena di KTT IORA, Selasa (7/3). Sebagaimana kepala negara lainnya, Sirisena disambut dengan upacara kenegaraan.

Ia dikawal sejak dari lapangan Monas oleh prajurit Paspampres bergaya modern dan tradisional plus pasukan berkuda. Kemudian, Sirisena disambut di istana oleh anak-anak yang mengibarkan bendera kedua negara sebelum bertemu Jokowi. Kedua pemimpin juga sempat berbincang di beranda belakang Istana Merdeka sebelum memulai pertemuan bilateral.

Dalam kunjungan tersebut, kedua negara menyepakati dua MoU di bidang perikanan. Keduanya ditandatangani Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia Susi Pudjiastuti dan State Minister Sri Lanka Dilip Weda Arachchi.

Jokowi menyampaikan, itu merupakan kunjungan pertama Sirisena ke Indonesia. Kunjungan tersebut tergolong bersejarah. Sebab, kunjungan terakhir presiden Sri Lanka ke Indonesia terjadi pada 1976 atau 41 tahun silam. ”Tahun ini adalah 65 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Sri Lanka,” terang Jokowi. Sejumlah kerja sama ekonomi dan demokrasi sudah disepakati dengan Sri Lanka.

”Indonesia menyampaikan kesediaannya mendukung pembangunan di Sri Lanka,” lanjut Presiden 55 tahun itu. Dukungan tersebut akan ditindaklanjuti dalam bentuk free trade agreement (FTA). Sedangkan kerja sama perikanan yang ditandatangani berkaitan dengan penanganan IUU Fishing.

Hal senada disampaikan Sirisena. Dia menuturkan, pertemuan bilateral itu akan memperkuat hubungan di antara kedua negara yang selama ini sudah terjalin baik. ”Kedua negara akan bekerja sama untuk memperkuat sektor-sektor perekonomian,” tuturnya. Mulai keamanan pangan dan pertanian, pariwisata, hingga hal mendasar seperti kesehatan dan pendidikan.

Menlu Retno Marsudi menjelaskan, salah satu hal yang dibahas kedua presiden adalah penanganan pascakonflik. ”Mereka (Sri Lanka) juga mengalami hal yang kurang lebih sama dengan apa yang kita alami dulu di Aceh,” tuturnya tanpa menjelaskan hal yang dimaksud. Sri Lanka memang sedang mengupayakan rekonsiliasi pascakonflik dengan eks pemberontak Macan Tamil.

Indonesia, lanjut Retno, sudah bisa menyelesaikan rekonsiliasi di Aceh. Sementara itu, Sri Lanka masih menjalani proses rekonsiliasi. Rekonsiliasi mulai berjalan setelah Velupillai Prabakharan, pimpinan Macan Tamil, tewas pada Mei 2009. ”Kita bisa sharing pengalaman yang diperoleh, bagaimana kita bisa menciptakan perdamaian di Aceh,” lanjutnya. (jpg/mai)