Dua Kapal Asing Ditangkap

KAPAL ASING: Personil TNI AL memperlihatkan tersangka ABK dan kapal yang berhasil diamankan di perairan Selat Malaka, Ujung Tamiang, kini diamankan di Posal Kuala Langsa, Ahad (12/3). BAHTIAR HUSIN/RAKYAT ACEH

Diduga Curi Ikan Aceh

LANGSA (RA) — Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) di bawah Lanal Lhokseumawe, berhasil menangkap dan mengamankan dua unit Kapal Ikan Asing (KIA) tanpa bendera yang sedang melakukan penangkapan ikan di wilayah teritorial Indonesia perairan Selat Malaka ujung Aceh Tamiang, Ahad (12/3).

Danlanal TNI AL Lhokseumawe Kolonel Mar Nasruddin, menyatakan penangkapan dua KIA ini berawal dari laporan nelayan tradisional, yang melihat ada kapal asing sedang berlabuh di prairan Indonesia.

“Laporan adanya kapal ikan asing di perairan kita ini sudah kita terima sejak Kamis (9/3) lalu, sehingga saat itu juga sekira pukul 21.00 WIB Danposal Langsa onboard di Patkamla II.1-32/Peudawa, beserta 8 anggota langsung melakukan patroli sektor di ujung Tamiang,” sebutnya saat menunjukan kapal tangkapan di Posal pelabuhan Kuala Langsa.

Sementara Kasi Pamgalsintel Kapten Soepri, menyebutkan saat itu belum ditemukan adanya kapal asing dimaksud. Menurutnya sekitar pukul 00.30 WIB, Patkamla II.1-32/Peudawa, mencurigai dua unit kapal ikan asing tanpa bendera jenis pukat trawl pada posisi 04o43’30”U – 098o32’00 T wilayah Indonesia, Jumat (10/3).

Lanjutnya, atas kecurigaan itu akhirnya Patkamla II.1-32/Peudawa melakukan perapatan posisi kapal dengan memberikan kode lampu. Tapi kapal ikan asing tersebut malah berusaha kabur, sehingga Patkamla II.1-32/Peudawa terpaksa melepaskan tembakan peringatan sebanyak dua kali.

“Akhirnya kapal ikan asing tersebut berhasil kita tangkap dan amankan pada posisi 04o40’00” U – 098o35’20” T, tepatnya 23 mil dari suar ujung Tamiang, Selat Malaka. Saat dilakukan penggeledahan, kita menemukan 10 orang yang terdiri dari Tekong dan ABK dengan masing-masing lima orang untuk satu kapal, selain itu juga kita temukan ikan sebanyak lebih kurang tujuh ton dengan kondisi tidak segar,” sebut Soepri lagi.

Tambahnya, dari pemeriksaan awal diketahui bahwa kapal ikan asing tanpa bendera tersebut berasal dari Malaysia dengan tekong dan ABK merupakan warga Myanmar. “Selain itu kapal tersebut juga tidak meliki dokumen resmi,” ujar Soepri.

Ia memastikan saat ini KIA dan ABK diamankan di Posal Kuala Langsa di bawah pengamanan anggota Posal sambil menunggu tindak lanjut.(dai/mai)