SERAHKAN PIALA: Pimpinan TPA Babul Huda, Tgk.Tamren (kiri) menyerahkan juara umum MTQ kepada Misdarwati pada penutupan MTQ, kegiatan di TPA Babul Huda, Gampong Alue Bateng Brok, Nagan Raya, Sabtu (12/3) malam. IBRAHIM ISTRA/RAKYAT ACEH

SUKA MAKMUE (RA)– Akhirnya Misdarwati keluar sebagai juara umum Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat pelajar. Kegiatan itu digelar di Tempat Pengajian Alquran (TPA) Babul Huda, Gampong Alue Bateng Brok, Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya yang berakhir, Sabtu (12/3) malam.

Keberhasilan Misdarwati meraih juara umum dalam even tersebut setelah mengalahkan 81 peserta lainya dari berbagai cabang perlombaan tingkat SD/SMP di daerah kemukiman Seuneuam Satu, dan Siswi SMPN 7 itu meraih nilai terbanyak dari semua peserta.

Tgk.Muhammad Nasir, Ketua Dewan juri mengatakan, Misdarwati merupakan peserta Tartil, ia mendapat juara umum dalam perlombaan tersebut, sedangkan untuk juara I Tartil di terima Muhammad Yatim, Juara II Ainur Marziah, dan juara III Febria Utami.

Kemudian juara I Tilawah diraih Rouzatul Jannah, Juara II, Zulfahmi, dan juara III Sufian. Untuk lomba Pidato juara I Muhammad Qhadafi, juara II Muhazin, dan juara III Nurhafizah.

Seterusnya lomba Salat farhdu kifayah, juara I diterima Irsyadul Ibat, juara II Zahara, dan juara III Nisa. Lomba Salat Subuh, juara I Rafli Fasya, juara II Safira, juara III Salman.

Selanjutnya lomba Azan, juara I diraih Mursalin, juara II Syakra Murdani, juara III Lia. Dan yang terahir, hafalan Sifat yang wajib pada Allah SWT, juara I Billa, juara II Liza, dan juara III Ihsan Fadillah.

Tgk.Tamren, Pimpinan TPA Babul Huda, Gampong Alue Bateng Brok, mengatakan, untuk meningkatkan mutu pendidikan anak yang lebih baik lagi ke depan, diharapan adanya peran serta orang tua atau wali murid dalam memdidik anaknya ketika sedang di rumah.

Selaku orang tua harus bisa memastikan anaknya untuk pergi ke balai pengajian tepat waktu dan sampai ke TPA, karena peran orang tua dalam mendidik anak sangat besar. Menurutnya tanpa dukungan orang, anak-anak tidak akan patuh dalam pengajian sehari-hari.

Oleh karena itu, orang tua jangan hanya mengharapkan pada dewan guru semata, tapi ikut mendidik anaknya dari pengaruh lingkungan yang bisa merusak bagi generasi penerus bangsa ini.
“Meski guru pengajian sudah mati-matian dalam mendidik anak-anak mengaji ini, tapi bila tidak ada dukungan orang tua tidak akan jalan. Maka selaku orang tua harus selalu mengontrol anaknya, dan mau untuk belajar kembali di rumah apa yang sudah diberikan pelajaran TPA,” kata Tgk Tamren. (ibr/mai)