Kapal Marcopolo Karam *Empat Siswa Aceh Korban, Seorang Hilang

CARI KORBAN: Petugas Basarnas Pekanbaru menyelam disekitar lokasi karamnya kapal (Tug Boat) Marcopolo 129 dalam pencarian seorang ABK yang hilang di perairan sungai Siak Pekanbaru. Riau. Selasa (14/3/2017). Karamnya kapal yang diduga akibat dari kebocoran pada bagian belakang kapal membuat tiga orang ABK mengalami luka-luka dan seorang masih dalam pencarian. MHD AKHWAN/RIAUPOS

BANDA ACEH (RA) – Naas menimpa empat orang pelajar dari Balai Pelatihan dan Pendidikan Ilmu Pelayaran (BP2IP) Aceh. Kapal Tug boat Marocopolo 129 yang dijadikan sebagai tempat menginap bagi empat pelajar tersebut karam di Pelabuhan SHK Sungai Siak, Jalan Tanjung Datuk, Kecamatan Limapuluh, Riau.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 13.30 WIB, Senin (13/3). Satu di antara empat orang pelajar dinyatakan hilang diduga tenggelam ketika hendak menyelamatkan diri dengan terjun ke Sungai Siak. Di lapangan terlihat warga sekitar memadati pelabuhan SHK dan beberapa polisi tampak berjaga di lokasi kejadian.

Kanit Reskrim Polsek Sekitar Kawasan Pelabuhan (SKP), Ipda Letman Zainuddin menyebutkan, korban yang dinyatakan hilang bernama Tengku Muhammad Taufik Kurniawan (23). Sedangkan tiga rekannya sesama pelajar bernama Rahmad Pratama (23), Reza Kamal (24) dan Feri Ramazana (25) berhasil menyelamatkan diri.

“Mereka pelajar dari BP2IP Aceh, sedang praktek ilmu pelayaran di Pelabuhan Bandar Teguh Abadi (BTA) milik Pokun. Kapal tersebut dijadikan sebagai tempat menginap, Namun bagian belakang karam karena bocor sehinga air semakin banyak masuk ke dalam badan kapal,” kata Letman.

Dijelaskan Letman, kapal tersebut karam akibat sudah lama tidak dipakai lantaran rusak, sehingga diparkirkan di pelabuhan. Kapal itu juga mamanfaatkan oleh pelajar BP2IP Aceh untuk praktek beberapa waktu saja. Ketika bagian kapal akan tenggalam, para pelajar berusaha menyelamatkan diri dengan meloncat. Tapi, pelajar yang bernama Tengku Muhammad Taufik Kurniawan meloncat tepat di belakang tug boat, sehingga terseret arus air Sungai Siak.

Saat ini korban masih dalam proses pencarian oleh personel Polsek SKP dan tim Basarnas Pekanbaru. Namun, belum berhasil ditemukan. Sementara itu tiga orang rekan korban dievakuasi ke RS Bhayangkara Polri di Jalan Kartini untuk dilakukan visum. ” Tiga orang pelajar selamat. Saat ini masih dalam perawatan intensif,” papar Letman, seperti dilansir riaupos.co (Rakyat Aceh Group).

Proses pencarian terus dilakukan terhadap korban diduga tenggelam. Pihak kepolisian, melakukan penyisiran di sekitaran Sungai Siak. “Kita duga tak bisa berenang. Jadi terseret arus yang tak begitu deras saat itu,”pungkasnya.(rp/mai)